Hari ini SMA Galaxy akan kedatangan tamu spesial yaitu pemilik sekolah ini. Siapa lagi kalau bukan seorang pria tampan bak dewa Wikiandra Cristian Blyantially. Semua guru dan para murid sudah siap menyambut kedatangan seorang CEO muda, tampan dan kaya raya tentunya. Mobil mewah sudah terlihat didepan gerbang SMA Galaxy. Security membukakan gerbang dan mobil mewah itu berhenti di depan pintu masuk SMA Galaxy. Seorang pria tampan bak dewa itu keluar dari mobil mewahnya itu. Semua siswi teriak histeris melihat Wikiandra Cristian Blyantially. Ia memberikan senyuman yang memabukan. Semua siswi meleleh melihat senyuman seorang Wikiandra Cristian Blyantially.
"Ya tuhan, tampan sekali dia"
"Ughhhh..... ga kuna wajahnya"
"Aaaaaaaaa gue liat pangeran"
"Omg ganteng banget"Begitulah kata-kata yang keluar dari mulut siswi SMA Galaxy. Andra berjalan menuju aula dan diikuti oleh guru serta para murid. Tapi ada satu murid yang terlambat yaitu Alika Felicia Syarief pratama.
Acara pun sudah dimulai dengan pembukaan langsung dari andra. Semua siswi melihatnya tanpa berkedip sama sekali.
"Selamat pagi untuk para guru dan siswa-siswi di SMA Galaxy. Kedatangan saya kesini ialah untuk melihat bagaimana semua guru disini mengajar dan melihat kondisi sekolah ini. Saya disini ak---" ucap andra belum selesai akibat ada seorang murid yang terlambat.
"Maaf pak saya terlambat" ucap siswi itu yaitu Alika Felicia Syarief Pratama
Andra mendekati lici dan menatapnya dengan intens. Ia tersenyum dengan senyuman yang tidak dapat diartikan.
"Ke-kenapa an-anda me-melihat sa-saya se-seperti i itu" ucap lici terbata-bata.
"Apa kamu tidak tahu kalau hari ini akan ada acara penting" ucap andra tegas
"Ma maaf pak. Saya tadi kesiangan jadi saya terlambat dan tadi juga dijalan saya terjebak macet" jelas lici.
"Ya sudah kamu boleh duduk ditempat yang kosong. Tapi nanti kamu menemui saya" ucap andra lalu kembali ke tempatnya semula. Lici duduk di sebelah kelly dan maura.
"Lo kenapa telat? Pasti lo semalem abis nonton film horor trus lo ga bisa tidur iya" tebak kelly
"Iya, soalnya kemarin om gue bawain kaset horor banyak banget yaudah kan gue penasaran. Ya udah deh gue setel eh pas gue setel ternyata serem banget sampe-sampe gue ga bisa tidur dan gue baru bisa tidur jam setengah dua" cerocos lici
"Lagian sih lo, makanya kalo udah malem tuh jangan nonton film horor. Jadi begini kan" omel maura
"Iya iya. Lagian gue juga ga tau kalo itu filmnya serem banget" kelak lici. Mereka bertiga bukannya mendengarkan pidato malah mengobrol. Andra melihat lici dan teman-temannya yang sedang asik mengobrol.
"Hey.... kalian bertiga yang dibelakang" ucap andra dan membuat lici, kelly dan maura kaget.
"Duh mati lah kita" umpat maura. Mereka bertiga berjalan kedepan menghadap andra. Lici, kelly dan maura hanya bisa menunduk, mereka tidak berani melihat wajah andra. Pasti wajahnya sangat seram kalau sedang marah.
"Kenapa kalian menunduk terus?" Ucap andra. Mereka bertiga mendengakan wajah mereka.
"Kalian tadi kenapa mengobrol? Sedangkan saya sedang menerangkan" ucap andra.
Memangnya dia siapa. Seenak jidatnya aja marahin gue. Mommy sama daddy aja ga pernah marahin gue eh dia malah marahin gue. Batin lici
"Hmm.... ma maaf pak" ucap lici pelan
"Kalian bertiga berdiri didepan kelas sampai acara ini selesai" ucap andra.
"Wooooo emang enak lo.... makanya jangan sok kecantikan deh" teriak geng cabe-cabean.
"Diam kalian. Apa kalian ingin berdiri didepan juga" ucap andra tegas dan geng cabe-cabean itu menggelengkan kepala.
Acara pun telah selesai. Lici, maura dan kelly langsung pergi ke kantin. Mereka bertiga terus terusan ngomel-ngomel dijalan. Gara-gara mereka kena hukuman hanya karena mereka mengobrol.
"Suee banget tuh orang maen hukum-hukum aja. Ganteng sih ganteng tapi galak bener. Pegel kan kaki gue gara gara disuruh berdiri berjam-jam. Ia bagi dia mah engga tapi kan gue yang ngerasain" cerocos lici. Maura dan kelly mengkode lici supaya berhenti berbicara.
"Apaan si kalian. Gue tuh lagi kesel sama tuh orang seenak jidat dia maen hukum gue. Padahal ngobrolnya juga ga kenceng" oceh lici. Maura dan kelly masih saja mengode lici untuk berhenti ngomong.
"Li berhenti deh ngomel-ngomelnya" ucap maura
"Kenapa si? Orang gue masih kesel sama tuh orang" ucap lici
"Siapa orangnya?" Jawab andra
"Itu cowo galak pemilik sekolah ini. Mentang-mentang pemilik sekolah ini maen seenak jidat dia ngehukum gue" ucap lici tanpa sadar kalau yang sedang ia sahutin itu ialah andra.
"Ohhh cowo galak pemilik sekolah ini ya" ucap andra
"I....." ucap lici terhenti pas ia menengok ke belakang. Ia sangat terkejut berarti sedari tadi ia ngomong sama andra.
"Eh... pak andra.... ma maaf pak saya gak bermaksud buat jelek-jelekin bapak" ucap lici sambil cengengesan. Andra menarik tangan lici dan membawanya menjauh dari keramaian.
"Eh eh pak, bapak ngapain narik-narik tangan saya. Saya mau diculik ya. Tolong tolong tolong" teriak lici tapi dihiraukan oleh andra. Andra membawa lici ketempat parkiran dan menyuruhnya masuk kedalam mobilnya.
"Masuk" perintah andra
"Engga.... bapak mau macem-macem ya sama saya. Saya bisa teriak kalau bapak mau macam-macam sama saya" ancam lici tapi tak mempan ancamannya untuk andra ia terus memaksa lici untuk masuk kedalam mobil.
"Masuk atau saya akan benar-benar perkosa kamu disini" ancam andra dan ancamannya sangat mempan lici langsung masuk kedalam mobil mewah milik andra. Andra membawa lici pergi tanpa meminta izin ke guru.
"Bapak mau bawa saya kemana sih?" Ucap lici bingung.
"Jangan manggil saya bapak. Memangnya kamu kira saya itu bapak kamu. Panggil saja saya andra" ucap andra
"Ba baik pak eh maksud saya andra" ucap lici.
Haiiii segitu dulu yaaa.... semoga kalian suka sama sequelnya. Vote dan Comment yang banyak ya agar aku semangat updatenya. Thank you all... love youuuu muachh

KAMU SEDANG MEMBACA
The Secret Wedding 2
Romance[18+] Sequel of... The Secret Wedding Wikiandra Cristian Blyantially Alika Felicia Syarief Pratama Pemain pendukung : Leo Fandi Hutama Dirga Krinata Immanuel Kellyana Bartiantelly Maura Andriani Kymtel