Part 4. Penghianatan

69 6 0
                                    

Semenjak kejadian di kantin terakhir kalinya, Aika merasa tatapan kelima temanya menunjukan bahwa mereka tidak suka dengan kehadiran Aika di sekitar mereka. Namun Aika mencoba pura-pura bodoh dan pura-pura tidak tau. Dia tetap diam dan masih ikut ngumpul bareng The Titisan Iblis walau sering tak diacuhkan.

Namun begitu tetap ada yang berubah disini. Aika makin lebih banyak diam dan Aika tidak lagi mau membayar makanan mereka di kantin. Aika selalu memiliki banyak alasan untuk menghindarinya. Seperti kejadaian di kantin siang ini.

"Yus cepetan makannya, kita mesti nonton pertandingan basket di lapangan. Yasir pasti keren banget mainnya." puji Tia menggebu.

"Iya, ini mau siap." protes Iyus kesal.

Aika hendak pamit pada teman-temannya untuk meninggalkan kantin duluan saat ia mendapat pesan dari Ragil dan Yasir. Oke dua cowok ini kenapa mengirimi dia pesan secara bersamaan. Dan isi pesannya sama, meminta agar Aika datang ke lapangan basket. Saat Aika hendak berdiri suara Tia menghentikan niatnya.

"Ai, lo yang traktir kita kali ini kan?" tanya Tia.

"Sorry, gue belum sempet narik duit di ATM. Jadi cuma cukup buat bayar makanan gue doang. Lain kali ya." Jawab Aika santai. "Gue pergi duluan ya."

Tanpa menunggu jawaban dari kelima temannya Aika telah melangkah pergi meninggalkan kantin.

Setelah Aika sukses meninggalkan kantin, Iyus mengeluarkan seuranya.

"Lo pada merasa nggak kalau Aika sekarang pelit ama kita." pertanyaan Iyus hanya di angguki oleh ke empat temannya.

"Buruan deh, itu nanti aja kita bahas. Keburu pertandingannya dimulai." gerutu Tia sambil menyeret Iyus paksa.

_o0o_

Aika telah duduk di kursi pinggir lapangan. Memperhatikan pertandingan basket yang baru mulai beberapa menit lalu. Pertandingan kali ini dari kelas IPA XI 1 dan kelas IPA XII 1. Itu artinya kelas Aika tanding basket dengan kelas Ragil dan Yasir.

Sebenarnya Aika jarang menonton pertandingan seperti ini. Dia lebih memilih berkutat dengan buku tebal dan rumus-rumus fisika yang lumayan buat olah raga otak. Tipe gadis yang membosankan bukan?

Aika memperhatikan orang-orang yang berlari dan melompat bebas kesana kemari memperebutkan satu bola orange. Disana dia dapat melihat teman-teman sekelasnya Zaki, Adin dan Roy sedang serius bertanding dengan tim basket dari kelas Yasir, Ragil dan Dani.

Cukup lama waktu yang dihabiskan untuk menyelesaikan pertandingan ini. Dan hasil pertandingan di menangkan oleh kelas XII IPA 1.

Saat pengumuman kemenangan selesai, Yasir langsung berlari menuju tempat Aika duduk. Tanpa banyak yang menyadari Ragil juga akan melakukan hal yang sama, namun langkahnya terhenti ketika Yasir terlebih dahulu sampai menghampiri Aika.

Semua yang ada di lapangan terdiam, termasuk personil The Titisan Iblis. Aika yang tidak siap dengan perubahan suasana dilapangan terdiam memperhatikan sekitarnya, namun masih tetap memutuskan duduk manis di tempatnya.

Disana Yasir tiba-tiba berlutut di depan Aika, mengenggam erat kedua tangan Aika.

"Aku mau jujur satu hal sama kamu." suara Yasir mulai terdengar sementara Aika memilih diam menunggu kalimat selanjutnya dari Yasir.

"Aku suka sama kamu." kalimat itu lolos begitu saja setelah cowok itu mencoba mengendalikan degup jantungnya.

"Sejak kita bertemu pertama kali dikantin, untuk pertama kalinya aku lihat senyum tulus kamu. Tanpa sadar mata aku hanya selalu tetuju padamu. Aika, Will you be mine?"

Hening, itulah yang terjadi di arena lapangan baskert indoor milik SMA Tunas Bangsa. Semua pasang mata hanya tertuju pada Aika, menunggu jawaban dari gadis itu.

Brak, Tak, tak, tak.

Suara bola dibanting menggema memenuhi ruangan. Ragil segera pergi dari sana usai membanting bola orange tak berdosa itu. Aika menatap kepergian Ragil hingga tubuh cowok itu menghilang di balik pintu. Aika menghela nafas pelan, lagi-lagi sebuah persahabatan rusak karenanya.

Tatapan Aika kembali pada Yasir. Cowok ini selalu baik padanya, namun prasaan ingin memiliki tidak ada untuk Yasir dari Aika.

"Maaf aku nggak bisa." Aika tersenyum lembut usai mengucapkan jawabanya.

"Kamu pasti akan mendapatkan yang lebih baik dari pada aku." terang Aika lanjut dan kemudian pergi meninggalkan lapangan tersebut.

Yasir masih berlutut ditempatnya, meski Aika telah pergi dari tadi dan lapangan indoor itu telah sepi.

"Lo mengkhianati sahabat lo sendiri Sir. Lo tau pasti, dan Ragil juga pernah bilang terang-terangan kalau dia suka sama Aika. Dan lo nikung dia tepat di depan matanya."

Dani menepuk pundak Yasir pelan sebelum pergi meninggalkan cowok itu.

_o0o_

TBC

_ComelRebus*

Tentang Dia (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang