opat

108 19 2
                                        

Third Person's POV

"Ciiieeeee"

Dari tadi pagi sapaan itu lah yang di dapati oleh Seulgi. Gimana enggak? Seulgi terkena sial karena tetanggaan sama temen sekelassnya, Yugyeom.

Yugyeom memberi tahu teman-teman Seulgi, yaitu, Yeri, Irene, Joy, dan Wendy. Kalau kemaren Seulgi dianter sama kakak kelas mereka, Park Jimin.

"Ishh diem ahhh"Seulgi menutup mukanya dengan tangannya.

"Ahay shy shy cat niiih"canda Yeri.

"Ga mood makan gua jadinya"Seulgi cemberut melihat ke arah Yeri di depannya sambil menaruh dagunya di atas tangannya.

Mereka sekarang tengah makan siang di kantin sekolah.

"Yaudah, mending itu soto buat gua"Wendy mengambil mangkok milik Seulgi.

"Yaudah sono"Seulgi memendamkan mukanya ke tangannya.

"Yah... jangan nangis dong Seul... ga ada balon nih!"ucap Irene.

Seulgi hanya berdeham. Seulgi lagi gengsi soalnya mukanya sekarang pasti merah banget.

"EHHH!!! Ini bocah kenapa nangis?! Lu apain?"tiba-tiba saja ada orang datang dengan beberapa temannya di belakang.

"Eh, panjang umur..."Joy menyeringai ketika melihat orang yang menghampiri mereka.

"Ini kenapa anak orang lu apain?!"tanya orang ini sekali lagi.

"Tenang kak Jim... dia ga kenapa-kenapa... gak napsu katanya"jelas Joy sambil memakan sotonya.

"Hah?! Napsu apaan?!"dibelakang Jimin tersentak seorang yang bernama Hoseok.

"Napsu makan eyyy"saut Wendy sambil menatap Hoseok dengan tajam.

Hoseok mendapat pukulan 'sedikit kecil', oke, sedikit keras oleh Yoongi. Hoseok hanya bisa cengar-cengir.

"Makan lu... ntar gada yang nemenin gua bantet lagi..."Jimin duduk di ujung bangku panjang sebelah Seulgi.

"WOOOOOOOO"seketika sekeliling meja itu menjadi rusuh.

"INGET WOY MASIH DISEKOLAH!!"

"INGET YANG JOMBLO DISINI"

"AING MAH NAON ATUH"

"CIHUYYYY"

"Bacot lu semua"Jimin mendesis. "Makan dong"Jimin kembali menaruh perhatiannya ke Seulgi.

"Udah"jawab Seulgi yang masih memendamkan kepalanya.

"Kapan?"tanya Jimin.

"Tadi, makan soto"jawab Seulgi.

"Nah, mangkok bekasnya mana?"tanya Jimin lagi.

"Noh di Joy"Seulgi akhirnya mendangak dan melihat ke arah Joy.

Joy yang tengah memakan soto milik Seulgi pun menoleh ke arah Seulgi dan Jimin dan memasang tampang begonya.

"Kok lu yang makan Joy?"tanya Jimin kepada Joy.

"Abis katanya ga napsu, yaudah, sayang kan mubazir, mending buat gua"Joy lanjug memakan sotonya.

"Bagi dong beb"Hoseok entah dari mana sudah duduk manis di sebelah Joy.

"Apaan sih bab beb bab beb!"Joy menjauhkan mangkoknya dari arah Hoseok.

"Ih jahat banget"Hoseok masang muka sok kyut.

"Eh kuda tuh makannya rumput... noh di depan rumput udah panjang, mending lu makanin"jawab Joy.

"Mampus"Taehyung meledek Hoseok.

"Temen bukan sih lu?"Hoseok menatap tajam Taehyung.

"Ah brisik banget sih"Seulgi sedikit merengek.

"Kenapa sih lu? Pms ya?"tanya Jimin.











"Mampus lu"Yeri, Joy, Irene, dan Wendy menatap ke arah Jimin.

Jimin yang merasa di tatap langsung kebingungan.


















'BRAAAK'

Seulgi langsung keluar dari bangku itu dan berjalan dengan BT ke arah tangga.





























njs ah mood swing
-seulgi

salah ya?
-jimin

mampus aja kak jim
-yeri, irene, wendy, joy

sedih amat ya kuda:')
-hoseok

pfft
-taehyung

sialan seulgi, jantungan anjrit
-yoongi

ada apa ini
-namjoon, jungkook, jin

kertas binder | SEULMIN Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang