"Ini benar kau?"
***
Semangat hidup, tak ada binar itu dikedua manik matanya. Ia menatap pemandangan langit sore yang nampak terlalu dekat dengannya tanpa ada binar kekaguman seperti saat ia menatap langit temaram jingga itu dulu. Atap beberapa gedung pencakar langit menjadi objek pandangannya. Lelah dan kosong. Berada di atap gedung tua ini bahkan tak disadarinya.
Lebih dari empat jam ia keluar rumah tanpa tujuan dan membiarkan kakinya melangkah. Disinilah tapak kaki itu merasa lelah, disinilah sekarang.
Jonghyun.
Kyuhyun tak mempedulikan semua, kecuali Jonghyun. Tak peduli Ibu ataupun Ayahnya. Ucapan Ahra pun hanya seperti angin tak penting baginya.
Nama seorang gadis tiba-tiba muncul dibenaknya, Shin Hyerin. Kyuhyun tersenyum culas menertawakan takdirnya sendiri. Kyuhyun bahkan sudah lupa bagaimana keindahan mata Hyerin, bagaimana kelembutan yang ia rasakan saat bersentuhan dengan rambutnya. Ia sudah lupa. Sudah tak pernah memikirkan hal manis itu lagi.
Harus diakui olehnya, jika ia merindukan kedua orang yang sangat berarti dalam hidupnya. Pertama, dialah Cho Jonghyun—saudara kembarnya—yang entah kemana jejaknya, seakan ia memang sengaja menghilang dari dunia.
Juga Shin Hyerin, sosok gadis yang belakangan selalu mengganggu hatinya, hingga ia mampu merasakan apa itu keindahan mencintai dan dicintai oleh seseorang.
Mata yang menatap kedepan namun kosong tetap ia pertahankan. Setitik benda putih yang dingin meluncur sempurna di kepalanya.
Salju.
Musim dingin telah tiba. Tapi Kyuhyun tak terganggu walau hanya mengenakan kaos hitam polos yang terbilang tipis untuk cuaca sedingin ini.
Ia tak merasakan dingin yang begitu menusuk.
Apa saraf nya rusak atau sel di otaknya tak bisa mengolah impuls yang menyampaikan suhu dingin itu?
Dia kacau. Ia bisa saja menghabisi dirinya sekarang. Diujung gedung berlantai delapan belas ini. Dengan sekali lompatan saja dia sudah akan berakhir dipemakaman.
Dia mematung disana lama sekali, tak ada pergerakan sedikitpun.
"Dugaanku benar. Untuk apa kau disini?"
Jantungnya terasa berhenti.
Kyuhyun mengenali suara ini, dunianya berhenti berputar kala itu. ia mengerjapkan matanya sekali, mengumpulkan keyakinan jika suara tadi benar-benar nyata.
Perlahan ia berbalik, menemukan seorang pria bermantel coklat dengan ransel besarnya. Pria yang sembilan-puluh-tujuh persen mirip dengannya.
Apakah ini mimpi?
Atau, khayalan?
Pria jangkung itu Jonghyun, kan? Dia saudara kembar Kyuhyun. Dia orang yang sangat ingin ditemui oleh Kyuhyun.
Nyaris saja Kyuhyun putus asa dan memilih mati dengan anggapan Jonghyun sudah mati. Namun orang yang dipikirnya sudah tiada, kini berdiri beberapa meter didepan mata Kyuhyun.
Kyuhyun bahkan nyaris gila akibat rasa terkejut dan bingungnya. Namun diseberang sana, Jonghyun justru berdiri dengan kaki yang menapak lantai atap gedung dengan seulas senyum. Senyuman bahagia terulas, mengetahui saudaranya baik-baik saja.
"Hyung."
Satu kata akhirnya lolos keluar dari mulut Kyuhyun.
Jonghyun melebarkan senyumnya. Demi krusty crab yang menjadi idaman seluruh makluk di laut! Inilah yang dia harapkan, melihat Kyuhyun tak kesakitan akibat jantung sialannya itu. Melihat Kyuhyun benar-benar baik-baik saja.
Sementara, Kyuhyun masih intens menatap Jonghyun dengan ke—tidak percaya—annya. Namun, saat pria itu melebarkan senyumannya beban yang ada di ulu hatinya menguap entah kemana. Bagai api yang telah dipadamkan oleh air. Batu besar yang seakan menimpa otaknya terangkat. Begitu tenang dan lega.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Dangerous Twins [Private]
FanfictionKisah gadis lugu Shin Hyerin yang bertemu dengan dua anak kembar bermarga Cho, yakni Cho Jonghyun dan Cho Kyuhyun. Siapa yang bisa mendapatkan Hyerin atau mungkin siapa yang akan dipilih Hyerin? Apa persaudaraan mereka akan hancur dengan kedatanga...
![The Dangerous Twins [Private]](https://img.wattpad.com/cover/70021097-64-k847342.jpg)