Angin sore berhembus cukup kencang, menggoyangkan pepohonan yang ada di sekitarnya. Bunga dengan berbagai macam warna dan jenis berbaris rapi menambah indah sisi jalan taman di tempat itu dengan balutan rumput hijau sebagai dasarnya.
Lalu lalang manusia menambah ramainya suasana taman. Sore-sore seperti ini anak-anak, remaja dan yang lainnya suka menghabiskan waktu sorenya di sebuah taman ini yang berada di tengah komplek yang sederhana nan asri ini.
Terlihat banyak sekali orang-orang bermain maupun bersenda gurau untuk menunggu petang tiba. Riangnya senyuman mereka membuat indah sore ini.
Sekelompok anak yang sangat mencolok mereka saling melempar-lemparkan segenggam pasir lalu di lempar-lemparkan pada teman yang lainnya. Kemudian bunyi pekikan kesakitan pun terdengar sehingga perang pasir pun berhenti jadinya.
"Yakk! Kenapa kau melemparkannya ke wajah ku? Aahh perih sekali." Pekiknya sambil mengucek matanya yang sedikit kemasukan pasir yang di lempar sehingga wajah nya belepotan terkena pasir.
Anak laki- laki itu bernama Jeon Jungkook dengan wajah menggemaskan ia memanyunkan bibir nya merasa sebal."Mianhae Jungkook-ah." kata yang melemparkan pasir tersebut yang tak lain temannya yang bernama Kristal dengan mimik wajah menyesal.
"Sudah-sudah Kristal sudah menyesal dengan perbuatannya sebaiknya kau memaafkannya." Bujuk seorang yang lain menengahi.
"Nde, kurasa dia tidak sengaja melakukannya." salah satu temannya lagi menimpali. Teman lainnya ikut mengiyakan karena memang Kristal tidak sengaja melakukannya.
"Baiklah, ku maap kan." kata anak laki-laki dengan wajah yang cemberut akhirnya memapkan Kristal.
"Yaak! Kalian sedang apa kenapa kalian diam tidak bermain." kata salah seorah yang datang menghampiri karena anak itu datang dengan teman yang satu lagi.
Mereka berdua memperhatikan semua yang diam saja sehingga bertemu dengan wajah yang belepotan dengan pasir dan seketika senyum menggelikan tampak di wajah keduanya.
Karena merasa di tertawakan oleh seseorang anak yang 'belepotan pasir' pun menoleh sebal padanya.
"Apa yang noona tertawakan?" Tanya anak itu dengan mendengus memanyunkan bibirnya membuatnya semakin lucu.
"Aniyo, aku tidak menertawakan mu, benarkan Nabi-ah?." kata anak itu yang tak lain kakak dari anak laki-laki itu menoleh pada teman di sampingnya.
Kakak anak laki laki tersebut bernama Jeon Yoonhi mereka hanya terpaut satu tahun membuat mereka seperti teman sebaya. Dengan gayanya yang sedikit tomboy membuatnya selalu bersikap jail dan nyeleneh.
"Ah nde, kenapa dengan wajah mu Kookie?" tanya teman kakaknya sambil menahan tawanya dengan apa yang terjadi.
"Sudahlah tak penting. Noona maukah kau membersihkan wajahku ini?" pinta jungkook harap meminta bantuan pada Nabi.
"Tentu saja. Mendekatlah!" Anak laki-laki itu pun menurut mendekati sedangkan yang Jungkook panggil noona ini bernama Kwon Nabi yang tak lain adalah sahabat dari kakak nya Jeon Yoonhi.
"Pejamkanlah matamu." anak perempuan itu memerintah segera anak laki-laki itu memejamkan matanya.
Tangan mungil itu menarik selembar tisu dari bungkusnya menyapukan pada wajah anak laki-laki itu dengan hati-hati pada bagian wajah yang terkena pasir.
"Nabi-ah, aku kesana sebentar nde." Seru Yoonhi kakak dari anak-laki itu sambil menunjuk ke arah wahana bermain lainnya.
"Ne.... " kata Nabi mengiyakan.

KAMU SEDANG MEMBACA
My Butterfly
Fiksi PenggemarJika ada perpisahan kemungkinan ada pertemuan. Tetapi kita tak tahu apa yang akan terjadi ketika pertemuan itu datang__( Kwon Nabi ) Dari arah yang berlawanan bus perlahan berhenti di tempat perhentian di sisi halte. Para penumpang mulai keluar dari...