"Kesya bangun sayang udah pagi" Mama Kesya membangunkan Kesya yang terlihat tertidur, karena menemani adiknya semalam.
Yah semalam Kesya menemani adiknya karena kedua orang tua nya baru akan pulang pagi hari, kata mereka urusan bisnis. Kesya sudah bosan mendengar kata-kata itu, ia hanya mencoba berusaha mengerti dengan keadaan ini hingga ia segan untuk mengeluh atau bertanya mengapa mereka terlalu sibuk.
"mmmm... jam berapa sekarang Ma" Kesya bertanya saat ia terbangun, dan melihat Mama nya berada di sisi nya sambil mengelus kepalanya dan tersenyum.
"jam 8 sayang, kamu gak mau pulang ? tadi Mama nyium badan kamu bau sayang" jawab Mama nya, sambil mengejek Kesya, yang di Ejek malah terlihat cuek dengan hal itu.
"males, Kesya pengen di sini aja, di rumah sepi udah kayak kuburan aja, Kesya gak suka" ujar Kesya seperti anak kecil yang imut, tapi untuk usia nya mungkin bisa dibilang sok imut.
"hush gak boleh gitu sayang, kamu yakin gak mau pulang ?" tanya Mama nya untuk memastikan
"iya gak mau, lagian juga ini hari minggu Ma" jawab Kesya meyakinkan
"yaudah kalau gitu pacar kamu Mama suruh pulang aja yah, kasihan dia udah nunggu dari pagi" Ujar Mama nya sambil berdiri dan berjalan menuju pintu kamar rawat
"Hah ! Pacar ? Siapa ? Kesya gak punya pacar" tanya Kesya begitu kaget, yang membuat Mama nya langsung membalikkan badan
"Loh jadi bukan pacar yah, padahal Mama udah ngarep dia pacar kamu" ujar Mama nya dengan nada kecewa yang di buat-buat, sambil tersenyum jail.
"hahaha bisa aja kamu nak Fano" tawa Papa Kesya ketika memasuki ruangan, Kesya kaget kedua kalinya pagi ini, jika ia kaget untuk ketiga kalinya mungkin ia akan terserang penyakit jantung.
Bagaimana tidak, sekarang Fano sedang berada di ruangan ini, dan bagaimana bisa Papa nya bisa terlihat santai dengan Fano, dan tadi itu Papa nya tertawa lepas entah kapan terakhir kalinya Papa nya tertawa seperti tadi, Fano dia terlihat berbeda, ada apa sebenarnya.
"Ma, Kesya mau ke kamar mandi" Kesya segera berlari kecil menuju kamar mandi, ia membasuh wajahnya, ia berharap ini semua hanya mimpi.
"Tenang Kesya, ini pasti mimpi, saat Lo keluar dari kamar mandi semua hal yang tadi itu gak ada oke" Kesya mencoba meyakinkan dirinya di depan cermin, dan mencoba untuk keluar setelah menarik nafas begitu panjang dan memastikan semuanya itu hanya mimpi.
Ia membuka pintu kamar mandi dengan begitu pelan, dan saat ia keluar ia mendapati Fano sedang menatapnya dengan raut wajah yang tidak dapat di artikan. Ia memutuskan untuk kembali masuk ke dalam kamar mandi dan segera mengatur detak jantungnya yang tak karuan.
"tatapan apa tadi, kenapa pagi ini dia terlihat begitu berbeda, dan dia terlihat sangat tampan, ahhh jantung ini kenapa berdetak seperti ini" fikiran Kesya di penuhi dengan pertanyaan tentang Fano dan detak jantungnya yang mulai tak karuan.
Setelah cukup lama Kesya di dalam kamar mandi dan memastikan detak jantungnya sudah kembali normal, ia memutuskan untuk keluar lagi dan berusaha untuk tidak menatap ke arah Fano ia berusaha dengan keras untuk melihat ke arah lain asal jangan melihat ke arah Fano, dan ia berhasil duduk di samping Mama nya yang posisi duduknya di depan Fano.
"Hmm maaf sebelumnya om, Fano mau izin buat ngajak Kesya keluar, kalau gak di izinin juga gak apa om" tanya Fano ragu-ragu, yang membuat Kesya kaget ketiga kalinya, oke fix sekarang Kesya punya penyakit jantung karena Fano.
"Om izinin, kalian boleh pergi, tapi ingat jaga Kesya baik-baik. Om percaya sama kamu" kata Papa Kesya tanpa ragu sedikit pun, di sisi lain Kesya masih tak percaya dengan apa yang di katakan oleh Fano dan Papa nya

KAMU SEDANG MEMBACA
Famous
Non-FictionBagaimana menurut kalian jika kalian menjadi terkenal ?! Kesya putri wijaya, seorang gadis cantik di SMA Etnis dengan segudang prestasi yang ia miliki. Sikap ramah dan baik nya membuat ia semakin dikagumi. Tapi siapa sangka dengan sikap yang ia mil...