"Bang Chen gendong." Pinta gue waktu turun dari mobil."Ya ampun dek jalan napa kan kasian abangnya juga capek." Omel Bunda yang udah turun duluan dari mobil.
"Udah gapapa kok bun, yuk dek." Kata bang Chen yang udah siapin posisinya buat gendong gue.
"Yehey makasih bang Chenchen." Kata gue yang udah ada di atas punggung bang Chen.
"Iya, pegangan nanti jatoh kamu." Titahnya.
Emang bang Chen suka over kalo sama gue. Ya mungkin karena dia sayang.
"Dah turun."
"Chen kamu mau aja suruh gendong gajah " kata Papa yang baru aja masuk sambil bawa koper yang dibantu satpam rumah.
"Apaan sih Pa, badan langsing gini dibilang gajah." Protes gue yang bikin bang Chen senyum ganteng.
"Gimana suka gak sama rumahnya?" Tanya Papa ke gue, Bunda dan bang Chen.
"Suka kok Pa," jawab kita bertiga serempak.
"Alhamdulilah kalo kalian suka." Kata Papa
Yap hari ini gue baru aja pindah dari bali ke Jakarta. Alasannya cuma satu kita ngikut dimana Papa kerja.
Papa ini kerja di dinas perhubungan. Dan beliau kena penarikan anggota ke Jakarta yang bikin kita semua diboyong kesini.
Soalnya Papa bilang gak mau jauh dari keluarganya. Yap Papa itu sosok kepala keluarga yang more than honey sama keluarganya.
"Sekolah aku gimana Pa?" Tanya gue perihal sekolah.
"Tenang kamu sama Chen udah Papa daftarin di SMA Nusa Bangsa kok,"
"Jauh Pa dari sini?" Tanya bang Chen.
"Enggak cuma sekitar 20 menit aja." Jelas Papa yang gue bales sama anggukan aja.
"Berarti aku satu sekolag lagi sama bang Chen," tanya gue memastikan.
"Dasar lola ya iyalah." Saut Bunda yang baru balik bawa orange jus dari dapur.
"Yaelah Bun, tega bener ngatain anaknya sendiri lola ck," decak gue yang gak terima.
"Makanya dek kamu tuh upgrade sana." Suruh bang Chen.
"Upgrade apaan?" Tanya gue bingung.
"Tuh kan lola lagi, updgrade otak dek." Jawab Bunda sambil cemberut.
"Hahaha abang gak bilang loh, yang bilang bunda." Kata bang Chen sambil ketawa.
"Mana ada cewek lola jadi inceran satu sekolah." Kata gue membela diri.
"Tuh Pa liat, cetakan kamu pdnya gak ketulungan." Ketus Bunda ke Papa.
"Gapapa dong bun, pd itu perlu." Bela Papa yang langsung tos sama dia.
"Yes makasih Pa," kata gue sambil cium pipinya singkat.
"Iya, udah sana istirahat kamar kalian sebelahan ya."
"Iya Pa," jawab gue sama bang Chen serempak.
"Langsung tidur ini udah malem." Perintah bunda yang gue bales dengan acungan jempol.
"Yuk dek," ajak bang Chen ke gue.
Kita pun langsung naik ke lantai dua dimana kamar gue sama bang Chen berada.
"Bobok ya, good night kesayangan abang." Kata bang Chen sambil cium kening gue sebelum dia pergi ke kamarnya.
Biasanya sebelum tidur kita ngobrol dulu tapi kali ini enggak. Soalnya kita capek habis perjalanan tadi.

KAMU SEDANG MEMBACA
Jomblo Goyah
FanfictionKisah El si cewek jutek bin petakilan dan gak tau malu. Yang kekeuh pertahanin status jomblo fisabililahnya karena satu hal. yakin dia bisa bertahan kalo tiap hari digodain cogan komplek tetangga barunya. yuk simak siapa yang menang dan bisa bikin...