🍒12🍒

276 33 5
                                    

"Kamu?"

"Iya ini gue. Kenapa kaget?" tanya gue ke mereka berdua.

_Flashback_

"Dek, kamu harus baca ini!"

"Apasih Bang? Akutuh lagi belajar. Besok ada ulangan,"

"Ini soal Sehun sama Kai."

"Apa hubungannya mereka sama aku?"

"Mereka mau balapan dek, denger nih Voice Notenya mereka ngerebutin kamu!"

"Ini berita dari siapa?"

"Akurat pokoknya."

"Anterin aku kesana sekarang bang!"

_END_

"Kok kamu bisa di sini? Siapa yang ngasih tau kamu?" tanya Kai.

"Lepas! Gak penting siapa yang ngasih tau gue tentang ini," kata gue.

"El kasih tau kita." pinta Kai.

"Gak! Sekarang jelasin ke gue apa maksut kalian balapan?" tanya gue.

Seketika suasana yang tadinya riuh jadi sepi karena kedatengan gue sama sekomplotan temen Bang Dae. Bahkan Sehun sama Kai diem mereka gak bisa jawab pertanyaan gue barusan.

"Heh jawab! Lo punya telinga kan? Lo punya mulut kan? Ayo jawab!"

"El, ini gak kayak yang kamu lihat," kata Sehun yang akhirnya buka suara.

"Cih, kenapa gak ada yang berani jawab? Oke gue yang jawab. Lo berdua jadiin gue barang taruhan yakan? Jawab!" bentak gue ke mereka.

"Ini semua ide Kai bukan gue El, bahkan gue gak tau apapun sebelumnya," kata Sehun mulai bela diri.

"Halah gausah pada bela diri

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Halah gausah pada bela diri. Buat gue lo berdua sama salahnya," kata gue.

"Maaf." cicit mereka barengan.

Mereka cuma diem dan nundukin kepalanya. Mereka keliatan nyesel sama perbuatan mereka. Tapi gue sakit karena ini.

"Basi! Lo bisa bayangin gak gimana sakit hatinya gue? Gue cewek dan lo jadiin barang taruhan? Gue manusia! Bukan barang yang bisa lo taruhin dan lo pada mainin!" seru gue ke mereka

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Basi! Lo bisa bayangin gak gimana sakit hatinya gue? Gue cewek dan lo jadiin barang taruhan? Gue manusia! Bukan barang yang bisa lo taruhin dan lo pada mainin!" seru gue ke mereka.

"El, dengerin penjelasan gue dulu." paksa Kai.

"Apa? Penjelasan apalagi yang mau lo jelasin ke gue? Mau bela diri lo?" tanya Kai.

"Gue cinta sama lo! Gue mau milikin lo seutuhnya." jawab Kai.

Gue tau kalo mereka suka sama gue, tapi gue gak nyangka aja mereka nekat ngelakuin hal bodoh kayak gini.

"Gue tau lo berdua suka sama gue. Tapi tolong hargai gue sebagai wanita hiks," kata gue sambil nangis.

"Maafin kita El," kata mereka.

"Basi! Mulai sekarang jangan harap lo bisa deket sama gue. Anggep aja kita gak pernah kenal." jelas gue.

"El, jangan gitu." cegah Sehun.

"Gak guna gue kenal sama laki-laki pengecut yang gak bisa hargain wanita," kata gue.

"El gue mohon, lo boleh hukum kita tapi jangan gini." pinta Kai.

"Gak ya gak! Lepas! Bang ayo kita pulang." ajak gue ke Bang Dae.

"El, tunggu!" cegah Sehun.

"Lepas! Gue benci sama kalian! Sekali lagi lo pada naruhin gue. Gue habisin lo berdua!" ancem gue.

Setelah mergokin mereka gue langsung pulang. Gue cuma bisa nangis di pelukan Bang Chen yang lagi nyetir motor sepanjang jalan. 

Hati gue sakit bahkan hancur pas tau mereka jadiin gue barang taruhan. Cinta emang butain segalanya. Ini kenapa gue gak suka pacaran.

🍁🍁🍁

Bugh!

"Akh, lo apaan sih Kai?" tanya gue ke Kai.

"Bego! Ngapain lo bilang kayak gitu ke El.?" tanya Kai.

"Gue cuma mau jujur, udah cukup kita nyakitin dia sama hal ini." jawab gue.

Bugh!

"Gue bilang gak usah sok suci lo!" gertak Kai ke gue.

"Kai, lo apaan sih? Gue biasa aja ya. Jangan mancing emosi gue!" bentak gue ke Kai.

"Bagus kalo emosi lo kepancing, sekalian kita selesaiin semuanya malem ini," kata Kai.

Sumpah Kai ngajak ribut banget. Dari tadi gue udah nahan emosi banget. Tapi sikap Kai udah berhasil mancing emosi gue dan gak bisa ditolerir lagi.

Bugh! Bugh!

"Maju lo." tantang Kai.

Akhirnya gue berantem sama Kai, dia yang mulai nonjok gue duluan. Kita terus berantem sampe kita berhenti karena sama-sama kecapekan.

"Sekarang kita balapan dua puteran. Siapa yang menang dia yang dapetin El," kata Kai.

"Oke." jawab gue.

Kondisi kita sebenerya udah sama-sama babak belur. Tapi karena emosi kita jadi kayak gini. Gue kesel sekalian aja gue jabanin Kai.

Kita bakal balapan di tengah fisik yang udah gak fit lagi. Jangan lupain muka kita yang udah berdarah karena saling tonjok tadi.

Brum!

Kita balapan masih di rute yang sama, puteran pertama gak ada kendala. Tapi di puteran ke dua. Tiba-tiba ada suara mobil patroli polisi.

Ini bikin gue sama Kai panik kita ngendarain gak konsen dan kecepatannya di atas rata-rata.

"Kita harus pergi!" seru gue ke Kai.

"Pengecut!" seru Kai dari atas motornya.

"Lo mau kita ketangkep dan di penjara?!"

"Pengecut!"

"Gue buk- Aaaaaaaa"

BRAK

"Panggil ambulance sekarang!"

T B C

Halo setelah sekian lama aku update lagi, adakah yang nunggu ini work? Wkwkwk
Gimana gimana greget gak?
Atau udah pada bosen?
Wkwkwk
Maacih yang udah mau baca 😚

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 04, 2018 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Jomblo GoyahTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang