"Ra, kamu tahu ngak malam ini aku liat matahari bersinar terang" Ucapnya.
"Kamu ngaco. Mana ada matahari malam-malam" Balasku.
"Ada Ra," Jawabnya "Kamu mau liat?" Lanjutnya.
"Di mana?" Ucapku. Kemudian ia mengambil sesuatu di dalam tasku. Cermin.
"Lihat ini" Ucapnya sambil menyodorkan cermin di depan wajahku. "Aku melihatnya di matamu" dan seketika wajahku memerah.
KAMU SEDANG MEMBACA
-Untold-
Şiirketika semua pemikiranmu menjelma menjadi kata. Apa yang seharusnya terucap, harus terucap.
