Hana memegang pinggiran jaket Rayhan, angin malam menerpa wajah Hana membuat rambunya berterbangan ke berlakang.
"Rumah kamu dimana?" tanya Rayhan sedikit berteriak.
"Di jalan BKR, Ka," jawab Hana berteriak juga.
Setelah mendengar ucapan Hana, Rayhan menambah kecepatan motornya. Hana makin meremas jaket Rayhan, Ia memejamkan matanya rapat-rapat. Hana takut jatuh.
Rayhan melihat sekilas Hana dari kaca spionnya, Ia tersenyum kecil lalu merendahkan kecepatan motornya.
Rayhan menghentikan motornya di depan rumah Hana, Hana lalu turun dari motor dan membuka helmnya. Namun kaitan itu macet membuat Hana kesusahaan membukanya.
Rayhan membantu Hana membuka kaitan itu, Hana mengerejap beberapa kali saat tangan Rayhan ikut membantunya. Setelah beberapa saat ikatan itu akhirnya terbuka.
Hana menyerahkan helmnya pada Rayhan.
"Makasih ya, Ka, udah nganterin. Maaf ngerepotin," ucap Hana memberi seulas senyuman.Rayhan membalas senyum Hana, "Sama-sama. Lagian ngga baik anak perempuan pulang sendiri."
"Oh iya." Rayhan merogoh saku celananya lalu mengeluarkan ponselnya, "Saya minta kontak kamu," ucap Rayhan menyerahkan ponselnya kepada Hana.
"Buat apa, Ka?"
"Supaya saya bisa bantu kamu buat jadi Penulis."
Lalu Hana mengambil ponsel Rayhan dan mengetik kontaknya disana.
Hana menyerahkan kembali ponsel Rayhan yang diambil oleh Rayhan.
"Kalo gitu Saya pulang dulu, ya," ucap Rayhan sambil menstater motornya.
"Sekali lagi makasih ya, Ka."
"Sama-sama." balas Rayhan mengacak-ngacak rambut Hana. Jantung Hana seketika berdegub kencang. Pipinya bersemu merah, jika ini siang mungkin akan terlihat oleh Rayhan.
***
Hana masuk kedalan rumah rumahnya dengan wajah berseri-seri.
"DOR."
"ASTAGFIRULLAH."
Hana berteriak saat Kakanya mengagetkannya.
Hana memukul bahu Kakanya itu.
"Ishh bikin kaget aja sih,"Kakanya tertawa menunjukan deretan giginya yang rapih.
"Hayo dianterin siapa tadi? Pacar ya?" ucap Kakanya mengoda Hana.
"Bukan ih, Ka Dafi sok tahu." Hana majukan bibirnya beberapa senti.
"Ngaku aja deh."
"Engga ih! Ka Dafi nyebelin!" Hana menghentakan kakinya lalu pergi meninggalkan Dafi yang lagi-lagi tertawa.
"Cieee Hana punya Pacar cieee."
Hana menutup telinganya mendengar godaan kakanya itu. Hana lalu masuk membuka pintu kamarnya dan masuk.
"KA DAFI NYEBELINN." Teriak Hana sebelum menutup pintunya.
Dafi semakin tertawa lebar namun lama-lama tawa itu berubah menjadi senyuman miris. Ia menatap sendu ke pintu kamar Hana.
"Kamu harus bisa bahagia seperti ini, Dek," ucap Dafi lalu masuk kedalam kamarnya.
Sedangkan Hana sedang berbaring menghadap langit-langit kamarnya. Ia tersenyum kala ingat kelakuan Rayhan tadi. Hana membenamkan wajahnya pada bantal, Ia menyembunyikan rasa bahagianya.
Tiba-tiba ponsel Hana di dalam tas berbunyi. Gadia itu lalu mengambilnya, ada satu pesan dari yang tak dikenalnya.
From : 085346xxxxxx
Hallo Hana.
-Rayhan
Hana terbelalak saat membaca pesan itu. Senyumnya tak lagi bisa disembunyikan.
To : 085346xxxxx
Hallo juga, Kak. Saya save ya nomernya :)
From : Kak Rayhan
Oke. Selamat beristirahat Hana. Good night.
Hana tak bisa menyembunyikan wajah meronanya.
***
Rayhan tersenyum membayangkan wajah gemas Hana. Entahlah. Ia merasa Hana sangat lucu.
Ponsel di genggamannya bergetar. Menampilkan satu panggilan masuk.
Mita calling...
Rayhan terdiam sesaat lalu mengangkat panggilan itu.
"Hallo?"
TBC
Hallo. Cuma mau ngucapin, Terima kasih yang sudah mau baca dan vote cerita ini😊
30/07/17

KAMU SEDANG MEMBACA
Writing Love
RomanceHanara Febrianti adalah seorang penulis romance amatiran yang sedang kebingungan. Tulisannya tak pernah selesai karna kurang riset atau gambaran, Hana mulai kebingungan mencari gambaran ini itu, segala sesuatu telah Hana cari tentang Cinta. Hingga i...