Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Hari ini aku akan menjemputmu tepat waktu, jangan kemana-mana!" ucap Park Chanyeol dengan nada sedikit membentak.
Rose mengangguk patuh, "Kali ini aku tidak akan lupa lagi" ucapnya yang disusul dengan anggukan Park Chanyeol
"Apa sih?! Ngapain menatap aku seperti itu?!" ucap Rose yang membuat Park Chanyeol tertawa kecil.
Tertawanya seketika berhenti, menatap seseorang yang sangat dibencinya, lebih tepatnya mereka adalah orang yang saling membenci.
Rose menoleh melihat siapa yang ditatap kakaknya itu. "Junhoe?" ucap Rose yang membuat Chanyeol langsung menatap Rose.
"Baiklah, aku pergi." ucap Chanyeol yang menyalakan mesin motornya.
Sebenarnya Rose sedikit aneh dengan sikap kakaknya itu, kemarin saat membahas June, Chanyeol langsung marah dan menyuruh ia untuk menjauh dan sekarang Chanyeol menatap June penuh kebencian.
Rose curiga
Bagaimana tidak?
June adalah anggota gang
Sedangkan Rose sudah tahu bahwa kakaknya adalah anggota gang juga
Maka, pasti ada sesuatu diantara mereka berdua.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Mana kutahu tentang kakaknya Seulgi! Dasar bodoh!" ucap Jennie yang baru saja mendapat pertanyaan dari Rose.
"Bukankah sudah meninggal?" tanya Jisoo
"Iya eonni, tapi-- hmm, bagaimana aku mengatakannya ya" ucap Rose bingung.
Jisoo berdecak pelan, "June? Membunuh kakaknya Seulgi? Mana mungkin" ucapnya yang membuat Rose benar-benar menatap Jisoo dengan serius
Rose memiringkan kepalanya, "Wait, bagaimana eonni tahu soal itu?" tanya Rose
"Maaf, aku tidak maksud untuk menguping tapi kebetulan saja saat Seulgi sedang berbicara denganmu aku ada disana" ucap Jisoo, Rose masih kebingungan
"Lalu, kenapa eonni berkata tidak mungkin?" tanya Rose yang membuat Jisoo membuang nafasnya kasar
"Rose, kau tahu sendiri lah, kalo ia benar-benar membunuh orang seharusnya ia sudah ada di dalam penjara sekarang, ia bukan anak dibawah umur yang hanya diberi hukuman jika melakukan kesalahan, jika memang ia membunuh orang bukankah seharusnya ada yang melaporkannya? Setidaknya ada yang menjadi saksi saat ia membunuh kakaknya Seulgi atau mungkin Bobby akan bercerita kepadaku yang sebenarnya, tapi selama ini aku tidak pernah merasa perbedaan dari perlakuan Junhoe dan sahabat-sahabatnya" ucap Jisoo
Lisa terdiam,
Jelas saja ia bingung apa yang Jisoo dan Rose bicarakan.
Lisa menatap Jisoo dan Rose,
Rose dan Jisoo beranjak pergi,
Jennie ikut mereka pergi,
Lisa melongo.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Bagaimana jika ia tahu yang sebenarnya?"
Lelaki itu terdiam, menundukkan kepalanya frustasi.
"Dengarkan kataku, pembunuh tetaplah pembunuh, ada dimana masanya kau tidak bisa berlari lagi, TEMAN."