Yuna memasuki apartement Jimin. Jimin membawakan koper milik Yuna.
"Lo mau kemana, Yun? Bawa koper segede gini?"
"Gue pengen ke korea."
"Hah? Ngapain?"
"Kangen aja."
"Oh, Taehyung ga ikut?"
"Toilet dimana, Jim? Gue mau ikut ke air."
Jimin mengerutkan dahinya, kenapa setiap membicarakan Taehyung, Yuna selalu mengalihkan pembicaraan?
"Disitu."
Selesai dari kamar mandi, Yuna kembali mengobrol dengan Jimin. Obrolan mereka biasa saja. Hanya seputar masa-masa SMA mereka.
"Mau teh, Yun?"
"Ngga usah."
"Gue ke air dulu bentar, lu santai aja, kalo mau apa-apa ambil. Minum disitu, cemilan disitu, kalo mau makan lu bisa pesen, nomornya di kulkas."
Yuna mengangguk.
💔
LinePC
Jimin : Tae
Taehyung : paan?
Jimin : gue tadi ketemu Yuna didepan toko roti
Taehyung : oh
Jimin : dia sendiri, nangis gitu, sambil bawa koper Jimin : gue tanya mau kemana katanya dia mau ke korea Jimin : sebelumnya gue ajak dulu ke apartemen gue
Taehyung : oh lu d jepang?
Jimin : iya Jimin : lo ada masalah apa sama Yuna?
Taehyung : kayanya lo gaperlu tau soal ini
Jimin : ok Jimin :
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jimin : dia ketiduran di apartement gue Jimin : kecapean kayanya Jimin : mau gue bangunin aja? Jimin : atau gue anterin ke rumah? Jimin : tapi klo mau tdr disini jg gpp. gw g keberatan
'Anjir istri gua' - taehyung
Taehyung : gausa Taehyung : gw otw kesana, tunggu
Jimin : oh oke
Jimin menatap Yuna, menelusuri setiap inchi wajahnya yang nampak sedih.
"Gue gak tau lo sama taehyung kenapa, tapi gue harap lo baik-baik aja, Yun."
Jimin memegang tangan Yuna yang sedang tertidur.
"Gue tau lo udah nikah, lo udah punya suami, dan suami lo itu temen gue. Tapi gue gak bisa munafik, gue gak bisa boong, gue suka sama lo, Yun. Dari sejak awal gue kenal lo."
"Gue tau, gue dulu pernah jadi dalang dari kasus dare taehyung untuk macarin lo. Gue gak maksud, Yun. Dari dari situ, gue malah suka sama lo."
"7 tahun gue mendem perasaan gue, Yun."
Jimin menyeka sudut matanya yang sedikit basah.
Ting tong. Bel apartementnya berbunyi, itu Taehyung.
"Dimana Yuna?"
"Di kamar gue."
Taehyung pun masuk tanpa permisi kedalam apartemen Jimin. Lalu masuk ke kamarnya. Ia menatap Yuna sepersekian detik, kemudian menggendongnya di punggungnya. Tak lupa ia membawa koper milik Yuna.
"Mau gua bantu, Tae."
"Gausah, Jim. Thanks. Gue pamit."
Jimin mengangguk, ia pun memgantar Taehyung sampai depan pintu. Menatap Taehyung bersama orang yang iacintaidalamdiam.
💔
Taehyung membuka kamar utama, kamar dia bersama Yuna. Bora sudah pulang, jalang tersebut Taehyung usir karna ia tak tahan dengan sikap jalang yang manja tersebut.
Taehyung merebahkan Yuna diatas ranjang. Taehyung menatap wajah istrinya yang tertidur pulas. Rasa bersalah muncul dalam benaknya.
Kenapa gue bisa-bisanya ngelakuin hal brengsek kayak gini?
"Tae.. Jangan tinggalin gue.."
Yuna mengigau, membuat Taehyung termenung. Taehyung duduk dipinggir ranjang, lalu meletakkan punggung tangannya di dahi Yuna.
Panas.
Istrinya demam.
Taehyung beranjak pergi, membawa air panas dan kain kompres. Ia membuka kancing kemeja putih yang Yuna kenakan. Lalu mengelap sekujur tubuh Yuna.
Taehyung membawa baju tidur Yuna lalu memakaikannya. Terakhir, ia melipat kain kompres lalu mengompreskannya kepada Yuna.
Diraihnya tangan Yuna, lalu ia kecup.
"Maafin gua, Yun."
Taehyung memegang erat tangan Yuna, memastikan istrinya tersebut terjaga.