BAGIAN 2

620 62 1
                                    

___

Jaring itu turun sangat lambat  , as dan lumba lumba tersebut masi saja bercanda , tidak menghiraukan jaring yang menjerat mereka berdua , namun saat as melihat ke atas , ia melihat jaringan tersebut , si lumba lumba sudah berenang sedikit menjauh sedangkan as ,ia terlambat jaring tersebut sudah menjerat tubuhnya , as berontak mencoba melepaskan dirinya.

" hei lihat talinya bergerak , cepat naikan naikan , sepertinya itu ikan yang besar . " ujar seorang awak kapal yang bertugas menjaring ikan , teman nya pun datang menarik tali tersebut dengan tima.

Aston yang melihat itu pun mulai mendekat , ia penasaran ikan seperti apa yang ia dan awak nya tangkap.

jaring tersebut kian menarik as , membawanya ke atas , sang lumba lumba tak tinggal diam , ia mencoba menolong as dengan menggigit jaring tersebut,

" ini sangat susah as , gigi ku tak kuat untuk menggigitnya , " ucap sang lumba lumba tersebut.

" jadi apa yang akan ku lakukan , aku tak ingin di buru manusia "  tanya as , yang masi beronta di dalam jaring tersebut.

" beryanyilah , dan datangkan ombak besar " .

As pun menginggat apa yang di ucapkan ayahnya , jika seorang manusia melihat atau menangkap , aku hanya perlu beryanyi dan mendatangkan badai , atau membuat mereka tertidur.

As pun mulai bernyanyi , dan jaring tersebut masi setia menarik tubuhnya .

Aston terhenyak , bukan hanya aston namun beberapa awak kapal lainya, mereka berhenti menarik jaring tersebut , mereka samar samar mendengar suara seseorang tengah bernyanyi , ini pertama kalinya bagi aston mendengar suara semerdu ini , mereka melupakan soal tangkapan ikan namun yang penting adalah soal pantangan yang di berikan keluarga mereka masing masing.

Jaring tersebut sedikit lebih longgar , ia pun berenang sambil menarik jaring tersebut ke bawah , ia tak berhenti bernyanyi , sang lupa lumba pun ikut membantu as , menarik ke bawah dengan moncongnya.

As pun berhasil keluar saat ada celah , dan ia pun menghentikan nyanyian nya bersembunyi di balik batu karang yang di tutupi tumbuhan laut.

Langit yang sedari tadi cerah kini berubah menjadi mendung , suara petir memekik kan telinga , angin yang sangat kencang membuat kapal yang di naiki aston bergoncang dan juga di sebabkan oleh ombak.

Aston dan awak kapal lain nya mulai panik , mereka berlari sana sini mulai melakukan tugas mereka untuk siap melawan badai,

" Putar balik kapal ! Kita akan kembali ke wels ! " teriak aston di tengah badai , sang pengemudi kapal pun menjalan kan tugasnya . hujan pun mulai berjatuhan , laut benar benar marah , karna mereka para manusia hampir melukai pangeran mereka.

Aston berdiri di samping dek kapan , berpegangan erat pada tiang , hal yg sama di lakukan awak kapal yang lainya , karna kapal tersebut sedang berputar arah sembari melawan ombak .

Ombak membuat kapal tersebut terombang ambing , dan membuat aston kehilangan ke seimbangan nya , tubuhnya terpeleset , dan terjatuh ke dalam laut , para awak kapal lain nya yang melihat pangeran mereka terjatuh ke dalam laut hanya bisa berteriak memanggil namanya...


___

Tubuh itu terseret makin dalam , ia mulai berfikir sepertinya inilah cara ia kan merengang nyawanya.

As yang melihat seorang manusia terjatuh dari atas kapal tersebut pun semakin bersembunyi dan hanya bisa melihat melalui celah rumput laut .

Ia melihat aston , tak bergerak , karna penasaran as pun berenang ke arah aston , ia penasaran seperti apakah manusia tersebut .

Aston , samar samar pandangan nya mulai sedikit terlihat namun masi kurang jelas , ia melihat seseorang tengah berenang ke arahnya , namum anehnya di belakangnya terdapat ekor ikan ,

Aston pun membelakan matanya saat melihat as tengah menyentuh wajahnya ,  wajah mereka semakin mendekat , aston  benar benar melihat jelas mahluk di depan nya , seekor Siren , siren yang sangat cantik dengan surai putih panjang dan mata biru laut.

Jantung nya berdegup kencang saat bibir as menyentuh bibirnya , hingga ia mulai tak merasakan apapun semuanya menjadi hening dan gelap.

As yang melihat aston memejamkan matanya , pun membawa aston ke tepian , " maaf aku mencium mu , itu kulakukan agar kau tetap hidup " gumam as, ia benar benar tak percaya , ia bisa bertemu dengan manusia , bersentuhan dengan salah satu dari mereka dan juga mencium nya.

As berenang sangat cepat , membawa tubuh aston ke daratan . sedangkan badai mulai berhenti , para awak kapal pun panik dengan keadaab sekarang , pasalnya pangeran mereka tenggelam oleh badai , mereka pun turun dengan perahu kecil untuk mencara sang pangeran dan ada yang sedang menyelam , namun mereka tak menemukan nya , karna as sudah membawa aston ke sebuah tempat.


___

" kenapa dia tidak bangun bangun  , hei bangun lah , " ucap as menggoyang goyangkan tubuh as yang sedang berada di atas sebuah batu , as menatap wajah tampan aston , bibir merah aston sangat menggoda , wajah as memerah membayangkan nya.

"Uhuk uhuk " aston pun terbatuk batuk mengeluarkan air dari dalam mulutnya , as yang melihat itu pun berenang bersembunyi di balik batu namun kepalanya masi mengintip aston yang bangun sambil terduduk dan masi batuk batuk.

" ahh ku kira aku sudah mati ," gumam aston, " tapi bagaimana aku bisa terdam di tempat ini " sambung nya , pandangan nya melirik sana sini , dan berhenti saat matanya menatap mata biru indah milik as, as pun semakin bersembunyi , menggigit bibir menahan detak jatung yang semakin berpacu cepat.

" siapa kau , " tanya aston saat melihat as bersembunyi di balik batu , namun tak ada sautan .

" apa kau yang menolong ku ? " tanya nya lagi , namun tetap tak ada sahutan dari as,

" jika memang benar , kemarilah , aku tak akan menyakitimu . aku sangat berterimakasih karna kau sudah menolong ku " ujar aston lembut.

As pun keluar dari balik batu , berenang ke arah aston yang membelakan matanya melihat penampakan di depan nya , ia menepuk pipinya berharap ini hanya mimpi namun rasa sakit di wajahnya benar benar nyata .

" k-kau , siren " tanya aston tak percaya , as diam , lalu semakin mendekat , tangan nya terulur ke depan , menyentuh wajah aston , sang empunya wajah hanya diam saat tangan mungil itu membelai wajahnya ,

" manusia memang lah indah " gumam as .

" siapa nama mu ? Apakah kau bisa berbicara ? " tanya aston , as menghentikan gerakan nya menatap ke arah aston.

" as, Ashlyn " jawab as .

" nama ku aston , senang berkenalan dengan mu , apakah kau yang menolong ku saat aku tenggelam ?," tanya aston lagi .

As hanya menganggukan kepalanya , dan kembali membelai wajah aston , aston berfikir , sepertinya mahluk di depan nya ini sangat senang membelai wajahnya.

" jadi kau juga kan yang mencium ku"



(THE SIREN)
Next

Minggu / 10/15/2017

THE SIRENTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang