Setelah menghabiskan makanan mereka, mereka meninggalkan cafe namun tertahan oleh dua namja.
"Hai manis",ucap jungkook. "Minggirlah kalian jimin,jungkook,kami tak punya urusan dengan kalian",ucap rose. Sementara lisa hanya mematung di samping rose.
"Kalian memang tidak ada urusan dengan kami tapi kami hanya ingin melihat wajah cantik kalian",ucap jimin terkekeh sambil mencolek dagu rose.
"Lepaskan tangan kotormu, kau tak berhak memegang tubuhku",ucap rose.
"Ah sudahlah hyung,mereka bebas hari ini, besok kita beraksi lagi ayo pergi para hyung yang lain sudah menunggu",ucap jungkook dengan smirknya.
Akhirnya rose dan lisa langsung beranjak pergi menuju mobil mereka. "Ah mereka itu menyebalkan sekali, pantas saja dasar anak berandalan, itulah mengapa aku tak menyukai mereka lis, dan aku tak mau kau diperlakukan seperti itu lis",ucap rose menceramahi lisa dan dibalas anggukan oleh lisa.
"Rose benar,dia tidak baik"-ls
"Liat saja besok"-jk
"Masa lalu yang pahit"-rs
"Ternyata di masih kesal denganku"-jm
Keesokan harinya ....
At school
"Lisa bangunlah, ayo sarapan bersama ibu dan ayah nak",ucap seorang wanita paruh baya yang sedang membangunkan putri bungsunya itu.
Karena mendengar suara ibunya, lisa pun langsung terbangun. "Eoh ibu, kenapa sudah pulang?bibi bilang ibu pulang satu minggu lagi",ucap nya sambil mengucek matanya.
"Karna urusan selesai dengan cepat jadi ibu pulang lebih awal, ayo segera bersiap, ayah dan ibu sudah menunggumu untuk sarapan",ucapnya lalu meninggalkan lisa.
Lisa langsung bergegas untuk bersiap. Betapa senangnya dia bisa makan bersama dengan ayah ibunya lagi. Sangat sulit untuk mendapatkan momen berharga ini lagi. Ibu dan ayahnya selalu saja kerja ke luar negri. Dan itu membuat lisa kesepian. Dan juga kakak lisa, Ten yang jarang pulang kerumah karna harus mengurus perusahaannya.
Setelah bersiap siap, lisa langsung turun ke bawah untuk sarapan, eomma dan appanya sudah menunggunya.
"Morning appa, eomma aku sangat merindukan kalian",ucapnya sambil mengecup pipi kedua orang tuanya.
"Aigoo, anak appa sudah besar ya, bagaimana sekolahmu sayang?",tanya appanya sambil membaca koran.
"Baik baik saja appa, aku punya banyak teman juga",ucapnya sambil memakan rotinya.
Setelah sarapan, dia bergegas ke sekolah diantar oleh appanya.
"Sampai jumpa appa",ucapnya sambil melambaikan tangannya. Dan appanya langsung melajukan mobilnya.
"Hai rose",ucapnya tersenyum
"Ada apa denganmu? Kenapa kau senang sekali hmm",ucap rose
"Anii hari ini appa dan eommaku sudah pulang makanya aku senang sekali mereka jarang pulang",ucapnya
"Eoh begitu, sudah ayo duduk, kim ssaem akan datang sebentar lagi.
Kim ssaem masuk ke kelas mereka
"Maaf hari ini saya tak bisa mengajar, semua guru ada rapat, jadi kalian akan jamkos sampai pulang terima kasih"
Semua penjuru sekolah bersorak. Semua anak berhamburan. Ada yang ke kantin, ada yang ke perpus, ada yang pacaran di kelas,dan masih banyak lagi.
"Lis ayo kita ke kantin saja",ucao rose. "Oke aku juga bosan nih di kelas", dan mereka langsung bergegas ke kantin.
"Hyung lihat itu ada mereka",ucap jungkook pada jimin."Tunggu dulu kook, kita tunggu mereka duduk",ucap jimin.
Setelah memesan makanan, mereka duduk di sebuah meja. Ternyata meja mereka di samping anak bangtan.
"Ros tapi kan...","Ah mau bagaimana lagi sudahlah lis mungkin mereka tidak akan mengganggu kita dan abaikan saja",ucap rose. "Oh ya lis aku juga akan memanggil temanku, mereka kakak kelas",ucap rose sambil merogoh ponsel di sakunya.
Tak lama kemudian dua yeoja yang membawa nampan duduk di meja kami.
"Anyeong aku jisoo dan ini jennie, kami temannya rose",ucap salah satu yeoja tersebut.
"Ah nee, silahkan duduk eonni", ucap lisa tersenyum.
"Aishh mereka mengacaukan rencana kita kook bagaimana ini kenapa mereka harus duduk di situ juga",ucap jimin
"Tak apa hyung kita kan bisa mengganggu mereka berdua saja",ucap jungkook.
"Tak asiklah kook, ah aku punya rencana", dan jimin langsung membisikkan sesuatu pada jungkook.
"Bagus sekali hyung".
.......
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
He's Mine
FanfictionJatuh cinta tak selalu indah, ada suka dan duka serta banyak rintangan. Tapi jika dia sudah menjadi pilihanmu meskipun di mata orang lain kau bukanlah yang terbaik namun apa daya jika dia memandangmu penuh arti "Kamu berbeda, teruslah bersamaku mesk...
