Sasuke menggendong tubuh Naruto ala bridal style, Ia tidak mungkin membiarkan gadis itu tidur semalaman hanya beralaskan sofa ruang tamunya. Perlahan Ia membaringkan tubuh Naruto di ranjang berukuran King Size miliknya, Ia menarik selimut menutupi tubuh Naruto, Ia tidak mau sang gadis pirang ini kedingan dalam tidurnya.
Sasuke duduk ditepi ranjang, ditatapnya wajah Naruto yang sedang tertidur lelap, terlihat sangat damai. Perlahan tatapannya menyendu saat mengingat bahwa sebentar lagi gadis pirang ini akan menjadi milik orang lain, kurang dari dua minggu lagi gadis yang sangat dicintai nya ini akan resmi menyandang nama Sabaku didepan namanya. Gadis yang menjadi cinta pertamanya, yang Ia cintai sejak kelas 9 di Konoha Junior High School.
.
Flashback
Waktu itu sama seperti saat ini, musim panas pertengahan bulan Juli. Sasuke melangkahkan kakinya melewati koridor lantai 3 yang cukup sepi, oniks kelamnya menangkap sesosok gadis berkuncir dua yang sedang mencuri-curi lihat kedalam ruangan klub drama, perlahan Ia berjalan mendekati gadis itu.
"Kenapa kau tidak masuk saja? Malah berdiri seperti orang bodoh disini!" hei, Uchiha Sasuke bukan tipe pria yang ramah, jadi jangan berharap kata-kata lembut nan manis yang akan keluar dari bibirnya.
Gadis bersurai pirang itu refleks menoleh ke arah Sasuke yang sudah berdiri disampingnya, perlahan Ia menundukkan wajahnya saat Ia tahu siapa siswa yang sedang berbicara padanya saat ini, Uchiha Sasuke sang juara umum, walau bukan berasal dari keluarga kaya pemuda ini cukup banyak penggemar karena kepintaran dan wajah tampan yang dimilikinya.
Sasuke menatap gadis didepannya, seragam sekolah yang dikenakan oleh gadis ini benar-benar sesuai dengan peraturan sekolah, dan lihat tatanan rambutnya. Tapi terlepas dari itu semua, gadis ini memiliki dua buah bola mata yang indah, kedua sapphire nya yang sebiru lautan akan membuat siapapun yang menatapnya dapat merasakan kehangatan musim panas.
"Mereka tidak mengizinkan ku masuk, padahal aku ingin sekali bergabung dengan klub drama" Naruto menggeleng pelan dengan pandangan yang masih tertunduk
Kedua oniks sekelam malam itu membulat sempurna, apa dia tidak salah dengar. Ternyata pem-bully-an itu tidak hanya ada di dorama yang sering ditonton oleh ibunya. Dan benar saja sejak saat itu Ia sering melihat Naruto menjadi korban buly siswi-siswi di sekolahnya, tak jarang gadis itu pulang dengan seragamnya yang sudah kotor, atau beberapa bagian dari tubuhnya terluka. Hal inilah yang menarik atensi seorang Uchiha Sasuke, ada sedikit perasaan di hatinya untuk menolong gadis bersurai pirang itu. Seperti saat ini, Ia sedang membersihkan luka yang ada dilutut Naruto.
"Kali ini apalagi? Apa kau mau bilang lagi kalau kau terjatuh saat pelajaran olahraga?"
Yah Sasuke tahu, ini pasti karena ulah dari siswi-siswi yang sering mem-bully Naruto, tapi entah kenapa gadis ini selalu saja menutupi fakta bahwa Ia sering di bully di Sekolah.
"Aww, pelan-pelan Sasuke" ringisnya tertahan
"Kau belum menjawab pertanyaanku" lanjut Sasuke tanpa menatap sapphire gadis dihadapannya ini, tangannya masih telaten membersihkan luka pada lutut Naruto dengan cairan antiseptic
Naruto menggit bibir bawahnya, perlahan kedua bahunya bergetar.
Sasuke mengangkat wajahnya dan mendapatkan cairan bening keluar dari kedua sapphire Naruto, perlahan Ia menghapus air mata yang membasahi pipi Naruto dengan kedua ibu jarinya.
"Berhentilah menangis, wajahmu terlihat sangat jelek saat menangis"
Naruto mengkerucutkan bibirnya, Ia pun mengusap airmata nya dengan punggung tangannya. perlahan sebuah senyuman menghiasi wajahnya.

YOU ARE READING
Headlights
FanfictionSasuke menganggap perasaan Naruto pada Gaara hanya sebatas ambisi, bukanlah cinta seperti yang gadis itu katakan selama ini. Ia akan menyerah dan mengubur perasaannya pada gadis bersurai pirang tersebut, jika gadis itu memang benar-benar mencintai s...