Aku mungkin tak ada, ketika kau dan teman-temanmu tertawa bergembira.
Aku tak ada, ketika kau mendapatkan segalanya.
Aku tak ada, ketika hari-harimu gelap gempita.
Aku tak ada, ketika kau berlomba memperbanyak foto melalui lensa kamera.
Aku hanyalah ilalang tak berguna.
Setiap sore kerjaku hanya merintih pada langit senja.
Setiap malam hanya memandangi bulan purnama.
Tetapi aku selalu ada, saat kau menderita.
Ada ketika tangismu membahana.
Ada ketika sepimu melanda.
Dan ada ketika dunia tak menganggapmu ada.
