Siapa Pembunuh Nova

406 36 120
                                    

Detektif Sandy berjalan cepat. Seorang pelajar putri SMA dilaporkan tewas di sekolah. Dia ditemukan tewas oleh tiga orang pelajar.

Vina, Noni dan Raju nama tiga pelajar yang menemukan Nova tewas di atas gedung sekolah. Begitu laporan yang dibaca Sandy melalui pesan singkat whatsapp oleh anak buahnya di lapangan.

Dari hasil olah TKP sementara, kematian Nova diperkirakan pukul 14.15, lima belas menit usai dentang bel pulang sekolah. Sementara penemuan mayat antara pukul 14.30 dan 15.00

Sampai di sekolah, Sandy segera memeriksa TKP. "Tidak ada berubah, kan?" tanyanya pada para penyidik di sana. "Tidak ada, Bang!" jawab tegas penyidik bertubuh kurus.

Di TKP, Sandy melihat jasad Nova tertelungkup. Darah membanjir di sekitar tubuhnya. Di dekat jasadnya sebuah kertas putih bertulisan tangan dengan tinta hitam.

Sandy sudah tahu isi surat itu. Anak buahnya juga mengirimkan laporannya. Isinya tentang pernyataan bunuh diri. Pendek saja tulisannya.

Ayah, Ibu, Guru-guruku, teman-teman. Maafkan jika selama ini aku ada salah. Aku tidak kuat menanggung derita lagi. Biarlah kupilih jalan ini. Relakan semuanya. Selamat tinggal.

Nova

"Siapa yang pertama melihat?" tanya Sandy tegas.

"Laporannya yang pertama melihat Raju, Bang. Dia kemudian turun ke bawah dan bertemu dengan Vina dan Noni. Mereka bertiga kemudian ke atas. Dan setelah itu ke bawah melaporkan penemuan itu kepada satpam," jawab anak buah Sandy.

"Oke. Sekarang siapkan ruang kosong, bisa ruang sekolah. Saya mau secepatnya berbicara dengan tiga anak itu. Mulai dari Raju, Vina, kemudian terakhir Noni," kata Sandy.

***

Di ruang kelas, Sandy memandang seksama Raju yang duduk tertunduk di kursi. Badannya gemetar. Tidak berani mengangkat wajahnya.

"Kamu kenal Nova?"

"Kenal, Pak"

"Siapa dia?"

"Kekasih saya, Pak"

"Siapa yang tahu dia kekasihmu?"

"Di sekolah semua tahu, Pak"

"Jam berapa kamu naik ke atas gedung sekolah?"

"Sekitar jam setengah tiga, habis bel pulang, Pak"

"Kenapa kamu ke sana?"

"Vina bilang, kalau Nova menunggu saya di sana"

"Kapan Vina bilang begitu"

"Waktu kami pulang sekolah, Pak"

"Pulang sekolah jam berapa?"

"Jam dua, Pak"

"Kenapa kamu baru naik ke atas gedung jam setengah tiga?"

"Biasanya memang gitu, Pak. Kami selalu ketemu jam setengah tiga di atas. Grup saya saat habis pelajaran biasa menyelesaikan beberapa urusan kegiatan ekstra. Setelah selesai baru ke atas. Saya sudah kirim pesan whatsapp ke Nova, tapi hapenya tidak aktif. Ternyata di atas dia sudah bunuh diri," suara Raju bergetar, dan terlihat tetes air mata jatuh ke pipinya. Sandy membiarkannya.

"Menurutmu kenapa Nova bunuh diri?"

"Tidak tahu, Pak"

"Kira-kira saja"

"Mungkin sudah tidak tahan. Soalnya katanya dia di rumah sering dipukul ibunya"

"Kenapa?"

"Apanya?"

DETEKTIF SANDYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang