Salsha meminum secangkir teh hangat yang dibuat Ibunya sambil membaca novel kesukaannya.
Salsha terus tersenyum sambil membaca novel kesukaannya. Tidak sia-sia saja ia membeli novel itu. Ending yang diberikan sang penulis diwattpad memiliki ending yang tragis. Karena Salsha penasaran dengan ending yang ada di novel, ia memutuskan untuk membelinya.
Salsha menutup kembali novel yang telah selesai ia baca. Diletakkannya novel itu ke atas meja belajarnya.
Kemudian Salsha mengampil ponselnya membuka obrolan chatnya dengan sahabatnya.
Valerie: Sha?
Gue punya berita bagus buat lo.Salsha: Berita apa?
Valerie: Lo pengen kenal 'kan sama Kak Derren?
Salsha: Pengen sih, tapi gimana caranya?
Valerie: Gue bakal kasih tau lo besok disekolah.
Salsha: Tapi gak aneh - aneh kan?
Valerie:Gak lah
Salsha memejamkan matanya sambil bergumam, Semoga gak aneh-aneh deh.
***
Baru saja Salsha menginjakkan kakinya didepan kelas, suara riuh bagai penonton sepak bola mengisi keheningan didalam kelas XI IPS 1, yang sibuk dengan kegiatan nyontek - menyontek.
"WOY EDGAR NOMOR SATU JAWABANNYA APA?!"
"TIP-EX WOY TIP-EX."
"NOMOR 3 SIAPA YANG UDAH JAWAB?! GUE LIAT."
"BURUAN WOY. KEBURU BEL MASUK NIH!."
Salsha langsung menuju ketempat duduknya tanpa memedulikan teman - temannya yang sedang menyontek. Untung Salsha telah menyelesaikan pr dari Bu Sarah. Kalau tidak siap - siap aja dimaki - maki plus lari keliling lapangan 15 kali.
Ting!
Bel jam pertama telah berbunyi membuat beberapa manusia diruangan ini diam tidak bersuara ataupun bergerak. Siapa lagi kalau bukan Bu Sarah, guru paling killer disekolah ini, telah memasuki ruangan kelas Salsha dengan hawa dinginnya, membuat kelas ini serasa berada ditengah Kutub Utara.
"Baiklah, kelas akan dimulai."ucap Bu Sarah dengan hawa dinginnya dan tatapan menohoknya.
***
Bel istirahat sudah berbunyi 20 menit yang lalu, tapi Salsha tidak berniat meninggalkan tempat duduknya.
Bukan karena apa, Salsha hanya malas keluar kelas. Ia hanya menitipkan salad buah buatan Bu Rahma kesukaannya kepada kedua sahabatnya.
Salsha menoleh kearah pintu mendapati kedua sahabatnya datang sambil membawa salad buah miliknya, cilok 4 bungkus, dan seporsi ketoprak.
"Lama gak Sha?"tanya Valerie sambil menyodorkan salad buah itu didepan Salsha.
"Banget. Kalian dari mana aja sih?"ucap Salsha sambil memakan salad buahnya.
"Tadi sih Valerie menuhin panggilan alam."sahut Audrey.

KAMU SEDANG MEMBACA
Why Should Be Her?
Fiksi RemajaSalshadilla Alicia Radyana, si cantik yang manis dan ceria. Derren Brave Dhevian, si ganteng yang datar dan dingin. Jika mereka berdua disatukan, apakah mereka bisa saling mencintai? Menyayangi? Dan saling melindungi satu sama lain? *** Berawal dari...