semenyedihkan itu.
ketika alasan alasan terus terulas,
karena kita tampak tetap baik
ketika suara tak pernah terkata,
karena dianggap masih baik
padahal tidak,
tidak baik baik saja,
sama sekali bahkan.
sehingga aku menunggu,
tapi tunggu,
apa yang kutunggu?
