Chapter 3

0 0 0
                                    

Dean memasukkan seluruh pakaian yang ia punya untuk 1 bulan ke depan. "Duhh bawa apalagi ya? Kamera, i-pad, ipod, notebook, ahh udahan, eh? Emangnya, makan siangnya di mana?" katanya sambil mengambil i-phone putih miliknya. Dia segera memencet nomor telepon milik Nana.

"Halo Na, kamu makannya di mana?" tanya Dean. "kalau aku maunya di stasiunnya, beli nasi kotak, sama.. minuman kaleng aja.." katanya.

"Ohh yauda.." "Cuma nanya itu? Ngapain nelpon?"

"Iya, sampe ketemu nanti! Bye Na!" "Byee!"

Tak terasa, waktu sudah pukul setengah 1. Dean langsung menyemlempangkan tas coklat kiplingnya, dan langsung menuju ke mobil. "Pak! Anterin! Cepetan ya! GPL!" kata Dean. "Iya non! Bentar bapak mau abisin .." "YAUDAH NGGAK PAKE NGOMONG KALI PAK!" potong Dean. Pak Jo langsung menghabiskan teh kepunyaannya, dan langsung menancap gas untuk ke stasiun di kota metropolitan tersebut.

Sampai di stasiun, Dean langsung mencari Nana, dan Evan. Terlihat seorang laki-laki memakai jaket berhoddie. Evan ada di balik jaket itu. Dia sedang meminum moccanya yang ia beli dari Starbucks.

Love TravelWhere stories live. Discover now