1 - [Hari Pertama Kuliah]

20 6 3
                                    

"Ceciiillll!!!!! Bangun dek, cepet dong kita nanti telat ngampus nih!!!" ucap Matt dari balik pintu kamar adik kesayangannya.

"Gue udah bangun!! Iya bentar kak sabar. Bentar lagi gue turun" ucapnya seraya memakai sepatu kets.

Hari ini Cecil bersiap ke kampus. Ia menggunakan kemeja putih dan di alasi vest dengan dipadukan celana jeans hitam panjang yang ditekuk bagian bawahnya serta sepatu kets putih merk brand ternama. Kali ini memakai tas punggung hitam kecil dengan beberapa barang didalamnya. Hari ini dia sangat senang sekali karena hari ini memasuki tahun ajaran baru di kampusnya. Sekarang dia sudah semester 5 jurusan seni musik di kampusnya. Cecil keluar dari kamarnya dan bergegas turun kebawah.

"Ah elah lo lama amat sih dek, bentar lagi gue masuk nih. Kita bisa telat nih. Lo tau Jakarta kan macet nya gimana"
"Yaelah ka udah selesai bawelnya? Bosen gue tiap pagi denger omelan lo terus"

"Elo sih kalau lo gak mau denger gue ngomel ya cepet dikit kek siap-siapnya. Kek putri aja lo siap-siapnya"

"Ye... Kan ini semester baru jadi guenya harus tampil cantik dong. Bukan kayak lo KUCEL!!!"

"Gue ganteng kali.. Ayo dah buru gue tinggal lo nanti"

"Iya.. Iya.. Eh tunggu mama sama papa udah berangkat duluan?"

Matt hanya mengganggkat bahunya.
Kesibukkan orang tua mereka inilah yang membuat kedua anaknya susah untuk bertemu dengan mereka. Mereka pergi ke kampus bersama-sama karena mereka satu kampus tetapi beda jurusan. Matt mengambil jurusan arsitektur karena kecintaannya akan bangunan yang tinggi dengan arsitek yang menawan.
Tidak ada yang membuka suara ketika diperjalanan. Mereka sama-sama membungkam mulut. Perjalanan sekitar 1 jam dan kini mereka telah sampai di halaman kampus dan Matt memarkirkan mobilnya. Mereka masing-masing keluar dari mobil.

"Kak, gue nanti pulang telat. Lo pulang duluan aja nanti. Gue nanti naik taksi aja" Kata Cecil

"Hemm..." Jawaban Matt singkat dan padat. Matt berlalu meninggalkan adeknya.

'Kenapa tuh anak tumben banget dia gitu ke gua' batin Cecil

Cecil menuju ke kelasnya. Ia melewati lapangan basket dimana kebanyakan mahasiswa bermain disana. Banyak sepasang mata yang melihat kearah dia. Risih. Satu kata itulah yang menggambarkan keadaan Cecil sekarang.

"Ciiiilll!!!" teriak gadis dengan rambut pendek sebahu
Cecil yang merasa namanya terpanggil menoleh kearah suara tersebut. Ya itu Wina sahabat Cecil.
Wina menghampiri Cecil dengan berlari.

"Ciie Ciie yang diliatin banyak orang.. Hahahahaha" ledek Wina

"Apaan sih lo Win, gue risih tau diliatin. Keknya gue salah deh dandan cantik hari ini"

"Ah elah lo mah diapain aja tetep cantik Cil"

"Gak seru hari pertama masuk semester baru malah si Icha sakit. Tuh anak ya sakit kagak liat-liat situasi" tambah Wina

"Lo nih ya temen sakit malah gitu. Nanti pulang kampus gue mau ke RS. Lo ngikut kagak?" tanya Cecil

"Ya ikut lah gembel masak gue kagak ikut yang ada di cincang gue sama Icha hahaha"

Mereka pergi beriringan ke kelas sambil bercanda dan melepas rindu. Mereka pun tidak sadar bahwa sedari tadi ada sepasang mata yang memperhatikan mereka secara diam-diam. Tetapi Cecil dan Wina tetap jalan menuju ke kelasnya.
Sesampainya di kelas mereka memilih tempat duduk yang berjajar tiga, yang satu mereka sisakan untuk Icha sahabat mereka.

"Eh Cil, kakak lo tuh.. Siapa tuh cewek Cil? Pacar kak Matt? Lo kenal dia?" ucap Wina sambil mengarahkan kepala ke arah pintu kelasnya dimana Matt terlihat melewati kelas mereka. Otomatis kepala Cecil menengok ke arah yang di lihat Wina

"Busyyeeettt.. tanya nya satu-satu lah.. Entah gue gak kenal dia. Baru gue lihat juga tuh cewek. Kalaupun kakak gue punya cewek dia bakal cerita sama gue. Mungkin salah satu fansnya kali.. Biasa kakak kan fansnya bejibun, tak terhingga.." ucap Cecil

"Eh sotong lo kira kakak lo lingkaran apa pakai tak terhingga segala. Lama-lama lo jadi anak matematika nih"

"Kampret lo dari tadi ngatain gue. Yang gembel lah, sotong lah. Lo kira gue hewan apa!!! Gue jitak lo" ucap Cecil yang sudah siap untuk menjitak kepala Wina

"Yaelah gue bercanda kali Cil, lagian lo juga asal aja dari tadi ngomongnya"
Tak lama kemudian kelas menjadi hening Pak Gunawan salah satu dosen musik yang terkenal killer telah memasuki kelas dan membawa seorang mahasiswa

"Mohon perhatiannya, sebelum saya memulai perkuliahan pada pagi hari ini. Ada mahasiswa baru yang akan bergabung di mata kuliah ini. Silahkan perkenalkan diri" ucap Pak Gunawan

"Selamat pagi semua, perkenalkan saya Vicko Luciano. Saya pindahan dari Bandung. Mohon bantuannya" ucap Vicko mahasiswa baru sambil melihat kearah Cecil

Vicko POV

Dia bidadari itu. Bidadari yang ku cari selama ini. Dia cantik. Sepertinya aku gak salah pilih masuk jurusan ini dan kuliah di univ ini. Gak sia-sia aku pindah. Aku harus dapatkan dia. Aku harus milikin dia seutuhnya. Aku memilih duduk di sebelahnya karena ada satu tempat duduk yang kosong.

"Hmmm.. maaf tempat duduk ini sudah ada yang tempatin" ucap bidadariku dengan suara indahnya dan lantas aku menengoknya

"Hmmm.. tapi dari tadi gue ga lihat ada orang duduk disini.." kataku dengan nada yang tak kalah bagusnya

"Iya.. I know tapi tempat ini sudah kita berdua booking ya.. jadi lo tetap harus pindah kalau teman kita udah masuk" ucap seorang wanita yang duduk disebelah bidadariku yang ku yakini adalah sahabatnya

"Sorry lo siapa? Gue belum kenal lo. Gue Vicko"

"Gue tau nama lo jadi gak usah sok akrab deh males ladenin orang kek lo"

"Ye siapa yang mau kenal situ geer banget dah" ucap gue sambil ledek sahabat bidadariku itu

"Ehhheeemmm Wina, Cecil, Vicko kalian kalau gak mau ikut mata kuliah bapak silahkan keluar jangan buat ribut disini" ucap Pak Gunawan yang buat gue seketika diam tak berdaya.

*masih gajelas ya? Maaf ya aku masih belajar. Makasih udah mau baca

Only 12 Hours Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang