Segitiga (lisa×jimin)

1.7K 178 7
                                    

"Mari berhenti disini." Ucap Lisa tegas dengan penekanan di kata 'berhenti'.

"Apa yang kau bicarakan?" Jimin menatap Lisa bingung bercampur dengan khawatir.

"Aku tak bisa melanjutkannya. Hubungan ini... sangat menyiksaku."

Jimin terdiam saat mendengar suara Lisa yang bergetar saat mengatakan kalimat itu. Ia ingin sekali memeluk Lisa, tapi wanita itu terus menghindarinya.

"Aku merasa seperti orang bodoh. Jadi, lebih baik kita hentikan sampai disini."

"Tapi apa alasannya? Bahkan ini sudah satu tahun, Lisa. And we fine with this." Jimin mengerutkan dahinya.

"We fine with this? No, Jimin. Aku tak baik-baik saja saat aku harus selalu tersenyum di depan Seulgi unnie."

Jimin sendiri tahu itu. Dan ia memilih untuk diam tetapi tetap menatap Lisa di depannya.

"Aku sudah tahu kalau hubungan kita tidak sehat." Suara dengan nada tegas dari belakang Jimin terdengar. Dan wanita itu berdiri di samping Lisa, menatap Lisa tajam.

Jimin terkejut, dirinya tak berkutik sama sekali saat melihat Seulgi yang tiba-tiba di samping Lisa.

"Biarkan aku yang mengalah. Lanjutkanlah hubungan kalian." Sambung Seulgi. Matanya mulai berair saat melirik Jimin yang hanya menatap Lisa. Bukan dirinya.

"Tidak... unnie... jangan... aku tak mau merusak hubungan kalian..." dan sekarang Lisa mulai terisak.

"Tapi kau sudah melakukannya!" Nafas Seulgi terengah karena menahan emosinya. Ia juga ingin menangis tapi Seulgi menahannya sekuat yang ia bisa.

Setelah hening tak ada yang mengatakan sepatah katapun dan yang terdengar hanyalah isakan tangis Lisa, Seulgi menatap tajam Jimin yang berada di sebelah kirinya. "Siapa yang kau inginkan?"

Jimin tersentak. Bahkan dirinya tak pernah memikirkan satu nama diantara mereka saat Taehyung menanyakannya. Pria itu mencintai keduanya. Pria itu mencintai kedewasaan Seulgi dan mencintai keceriaan Lisa.

"Siapa yang kau inginkan, Park Jimin?!" Tanya Seulgi sekali lagi dan air matanya pun jatuh saat itu juga.

Suasana di ruangan sempit antara ruang make-up Winner dan kamar mandi sangat mencekam.

Jimin tak bisa berkata apa-apa. Ya. Dirinya memang bodoh.

Seulgi dan Lisa tak pantas untuk diperlakukan seperti ini. Jimin tahu itu. Karena keduanya sama-sama berharga untuk Jimin.

Bug! Suara pukulan keras terdengar di telinga mereka semua, dan Jimin tersungkur di lantai. Sudut bibirnya mulai mengeluarkan darah akibat pukulan keras yang ia terima.

"Jangan pernah temui Lisa lagi." Dan tangan itu menarik Lisa yang masih menangis, keluar dari ruangan sempit tersebut meninggalkan Jimin yang hanya menatap pria berbaju merah sambil meringis kesakitan sedangkan Seulgi sangat terkejut dengan air mata yang terus mengalir. Tangan kanannya menutupi mulutnya.

Lisa yang juga terkejut dengan kejadian tadi mencoba untuk menghapus air matanya karena mereka sudah di luar, dan ada banyak orang asing di situ. Dirinya ditarik menuju ruang make-up Winner yang tidak ada orang di dalamnya."Oppa... kau tidak perlu..."

"Bagaimana bisa Lisa?! Melihatmu menangis seperti itu membuatku ingin melakukannya! Dia pantas mendapatkan pukulan itu."

"Hoony Oppa..." Lisa kembali menangis dan Senghoon memeluk Lisa erat. Seperti tak rela jika ada yang merebut adik kecilnya. Apalagi hanya untuk disakiti.

"Berhentilah menangis, Lisa-ya. Pria itu tak pantas untuk ditangisi." Seunghoon mengelus puncak kepala Lisa.

"Aku salah..."

"Tidak. Dia yang salah."

"Aku bodoh..."

"Tidak. Dia yang bodoh."

"Tapi aku mencintainya..."

Seunghoon tak bisa berbicara lagi seelah mendengar kalimat itu. Otaknya seperti berhenti bekerja untuk sesaat. Tangan kirinya mengepal sementara tangan kanannya terus mengusap punggung dan kepala Lisa bergantian. Kepalanya ia tompangkan di atas kepala Lisa.

"Aku tak ingin kau terluka, Lisa. Hanya itu. Kau sangat berharga untukku. Kau tahu itu, kan? Aku tak ingin adikku menangis hanya untuk lelaki brengsek sepertinya. Kalau dia juga mencintaimu, seharusnya dia tak melakukan ini. Kalau dia juga mencintaimu, seharusnya dia sudah memutuskan Seulgi dari awal bertemu denganmu. Kalau dia juga mencintaimu, seharusnya dia tak akan membuatmu menangis seperti ini."

Dan malam itu berakhir dengan Lisa yang kembali ke dorm dengan mata bengkak, lalu berdiam diri di kamar dan tidak menyalakan ponselnya. Bahkan tidak berbicara dengan member lainnya.

Sedangkan di tempat lain, pria yang sedang diobati lukanya oleh Yoongi terus mencoba menelfon nomor dengan nama "Lisarang" di kontaknya, walaupun selalu operator yang membalas.

                                ***

ea ea selamat tinggal LisMin shipper yang potek abis liat fancam ini👇

Dan selamat berdelulu-ria Taelice shipper yang abis liat Taehyung senyum dan geleng-geleng waktu Blackpink disebut dan lagunya diputer wkwkwk. +Lizkook shipper si Jungkook yang sepertinya menahan senyum dan bang Rumah Makan a.k.a RM yang lowkey mastiin jungkook biar bisa nahan senyum wkwkwk
oh yeah💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜

Selamat malam!
-kembaran Lisa.

Oneshot Taelice [ H I A T U S ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang