Bagian 2

14.5K 886 39
                                        

*Gambar diatas adalah Sang Kaisar

*kredit untuk pemiliknya : @ninikha 

Enjoy :)

Song Xiao Le POV. 

Bulan yang lain adalah tahun baru lunar. Ibu, aku dan adik laki-laki memutuskan untuk mengunjungi paman di ibu kota besar. Ini adalah pertemuan pertama aku dan paman. Menurut paman, ibu pergi ke ibu kota untuk ujian kekaisaran namun gagal. Sebagai gantinya dia membuka sebuah penginapan dan menjadi terkenal di ibukota. Dengan menghabiskan 5 hari dalam kereta, aku hampir tidak bisa merasakan tulang ku yang telah lama berlalu sejak terakhir kali bepergian.

Sesampainya di ibukota aku terpesona dengan bagaimana permodalan telah berubah sejak pemandangan terakhir terukir di ingatanku. mengembara ke tempat tempat aku dan kembaranku pergi tapi, dengan cepat mengubah mereka meskipun jauh itu adalah kenangan buruk dan menyedihkan yang bahkan tidak perlu disebutkan lagi mengingat kembali bisa menjadi hal buruk bagi hati kecilku. Setelah bertemu dan menyapa paman ku, aku memutuskan untuk istirahat yang baik dan bangun pagi pagi sambil menyegarkan perasaanku. Aku mendapat izin dari ibu dan paman untuk melihat-lihat ibukota. Sebelum melepaskan ku pergi ibu pastikan untuk memeriksa kantong ku, cek saputangan, cek alamat paman inn. semua di cek, ku kira ibu terlalu protektif untuk memastikan bahwa aku memiliki segalanya sebelum pergi keluar dan jangan lupa jubah tangan anyaman lain dari tangan ku yang disulam dari buatan tangan oleh ibu. 

Karena sentuhan ibu seperti pola bunga dan pandai bordir kebanyakan pakaian ku ada banyak motif bunga dan warna yang lebih terang.

Keluar dengan senang hati, aku bahkan tidak lupa mencicipi camilan dan mengunjungi toko suvenir yang terkenal dengan memilih beberapa barang untuk ayah tercinta yang tidak dapat ikut serta karena tugasnya yang berlebihan. 

Selesai membeli kue puding lezat aku siap untuk pulang ke rumah tiba-tiba sesuatu atau seseorang menabrak ku.. membuat aku terjatuh tepat di punggung belakangnya bahkan puding ku langsung hancur di wajah ku, oh tuhan ah... aku hanya makan satu gigitan dan seluruh puding ku terbuang sia-sia. Rasanya aku benar-benar ingin menangis. 

Aku berdiri, aku ingin benar-benar merasa seperti memukul siapa pun yang menabrakku. Tapi itu hanya fantasi yang tidak bisa kulakukan. Aku bisa melihat orang itu lebih baik dengan wanita yang tidak bertemu denganku dengan wanita biasa, Aku bisa melihat dia mengantri di belakang . Jika aku memukulnya maka aku akan hancur menjadi daging yang sangat menakutkan. aku pun minta maaf padanya bahkan bukan salah ku, tapi aku pikir dia menyadari itu salahnya dan meminta maaf kembali kepada ku dengan rasa bersalah. 

Baiklah aku kira semuanya baik-baik saja lalu, aku menarik saputangan perlahan-lahan mengusap wajahku dengan bersih aku bisa mendengarnya gagap tapi tidak yakin apa yang dia omongkan. ketika dia hendak mengatakan sesuatu pria yang lebih tua dariku muncul entah dari mana dan bergabung dengan kami untuk sebuah permintaan maaf, waktu minum teh . Kami semua membuat sebuah perkenalan diri, wanita itu tampaknya merupakan anak perempuan tunggal jenderal dan untuk pria itu nama keluarganya sudah tidak asing lagi namun bisa ingat di mana Kudengar dia anak keempat dari guru pendidikan menteri. Seperti orang penting bukan seperti orang biasa mereka. Tidak peduli siapa dia aku pun memutuskan untuk memanggilnya saudara Chen dan wanita itu akan tetap menjadi wanita hehehe.

Setelah memastikan caranya untuk menghubungi satu sama lain, aku menawarkan cutiku dan kembali ke penginapan paman. dibalik punggungku, aku secara tidak sadar terkikik pada diriku sendiri tentang rasa tidak nyaman hari ini. Keesokan harinya paman memberitahu ku bahwa hari penginapan akan ramai karena beberapa penyanyi terkenal akan bernyanyi di penginapan nya jadi pastikan untuk tidak melewatkan kesempatan ini untuk menyaksikan kesempatan langka ini. Paman juga bilang biaya penyanyi ini sangat tinggi sehingga tidak setiap hari kita bisa mendengar nyanyiannya. Ketika malam tiba, aku menemukan tempat yang bagus untuk duduk dan menunggu pertunjukan untuk mengangkatnya menjadi tirai.

I Was A Bride (BxB) Indo VerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang