Pancaran matanya dingin, tatapannya tajam
Suaranya berat, terngiang di pendengaran
Tak pernah aku lihat cappucino sebegitu lucu--
hingga tuan yang memesan
Tolong jangan senyum,
jangan tertawa,
jangan membuatku tertawa,
apalagi bernyanyi,
jangan bernyanyi,
jangan mengajakku bernyanyi,
jangan membuatku ingin bernyanyi,
jangan membuatku tertawa karena tuan bernyanyi,
Aku akan susah lupa,
Aku pasti tertawa dijalan mengingat ini,
mengingat malam ini
Segelas cappucino yang tuan selalu pesan
bersama lagu dan candaan
yang selalu berhasil membuat rahangku
mau lepas
mau rindu
mau cappucino lagi.
