Aku bertamu ke kedai kita dahulu,
Mengenang cerita mu tentang mimpi buruk:
dikejar ban besar.
Oh, lihat
Lampu di sini semakin remang,
Hampir bangkrut,
Katanya mereka kehilangan pelanggan,
Sampai dahi mengkerut
Lonceng pintu kedai berbunyi,
Ada yang bertamu,
Ternyata itu kau----
sembari satu lengan melingkari lehernya.
Aku butuh dua gelas double espresso.
