Jenuh, lelah, hampir gila
Ku lampiaskan pada segubuk rapuh
Berbahan kayu yang dilapisi cat biru
Beralaskan tembok yang diratakan halus
Tak mewah
Itu hanya tempat berteduh
Di waktu percikan air tuhan turun
Di kala ku harus berbaring lemas
Untuk menunggu hari esok
Di dalamnya bermacam bagian
Kadang, aroma sedap datang dibagian belakang
Terdapat sosok yang selalu menyuruhku mengobati lapar
Melihat sebuah figura
Berisi beberapa orang, yang menyenangkan
Mengingatkan tentang berbagai kenangan disana
Aku tak iri
Dengan mereka yang tinggal di tempat mempesona
Ku bisa mencipta kisah
Di tempat sederhana yang hampir rubuh
Hari demi hari di libur musim panas
Tak terasa, bila ku berada disana
Meski hanya terdiam tak berkegiatan
Cukup mengembangkan khayalanku
Kini
Aku rindu rumahku
-adh-
KAMU SEDANG MEMBACA
Penguasa Rasa
Poesia-adharifauzi Hanya berisi curhatan tak bermakna. Namun mungkin bisa sedikit meredakan keresahan kalian. :)
