Auratmu? Nasibmu!

673 45 0
                                        

Setiap kita pergi, kemanapun, kapanpun khususnya di Indonesia, kita sudah tak asing lagi dengan yang heterogenitas manusia. Pria dan wanita, keduanya selalu memadati visual kita dimanapun kita berada. Namun sadarkah kita, bahwa mayoritas dari mereka adalah pemeluk agama Islam? Indoensia adalah salah satu Negara yang penduduknya mayoritas Islam.

Dalam Islam, segala hal berbau duniawi itu bertumpu pada niatan ukhrowi. Artinya segala tindak tanduk manusia saat ini tidak lain dipersiapkan untuk masa depan kelak, bukan menginjak umur 40 sampai 50 tahunan, tapi hari dimana manusia akan dibangkitkan kembali setelah kematian. Ya, akhirat. Baik pria maupun wanita, pada dasarnya semua memiliki hak dan kewajiban yang sama, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Terkhusus untuk para (orang yang mengaku) muslimah di Indonesia, perkara “menutup aurat” adalah perintah yang sentral untuk dilakukan. Mengapa demikian, karena awal mula akhlaq wanita bisa dinilai baik (karimah) itu dimulai dari hijab yang ia kenakan. Sudah menjadi fenomena tersendiri yang asik untuk dibahas mengenai hijab ini, namun nampaknya masih sekedar hingar bingar dunia maya yang entah kemana akhirnya.

Mungkin sebagian orang bertanya, kenapa saya yang notabene lelaki ini menulis tentang kewajiban untuk perempuan? Jawabannya silahkan simpulkan sendiri setelah membacanya. Tulisan ini saya rangkum dari beberapa sumber di dunia maya, wawancara di dunia nyata, juga investigasi pengalaman pribadi. Oleh karena itu, kelak informasi, kritik, dan saran saya sangat nantikan.

Oke, kita lanjut…

Pernah suatu ketika, sekitar 2 tahun yang lalu dalam perjalanan dari Cianjur ke Jakarta untuk menghadiri satu acara, saya duduk di dalam bis dengan seorang wanita. Cantik. Namun wanginya itu loh, memabukkan. Saya langsung berfikir, parfum apa yang digunakan wanita ini sampai tercium menyengat sekali. Mending saya mencium bau ketek aja daripada terus merasakan aroma yang merusak syaraf penciuman ini, ya ampun. 

Selama perjalanan, saya tak sengaja melihat dia sedang memegang al-Quran sambil berkata pelan – yang mungkin dia sedang menghafal – subhanalloh ya, di bis masih saja ada yang sempat menghafal Quran. Saya terperangah dan malu melihatnya. Namun ada hal yang mengganjal pikiranku saat itu, ia tak berkerudung…!!

Beberapa saat kemudian, saya iseng-iseng Tanya wanita tersebut mengenai apa yang dibacanya. Dan tahukah kalian, bahwa saya sontak kaget dengan apa yang saya lihat pertama kali ia menghadap ke wajahku. Sesuatu yang berbinar menggantung di lehernya dan ternyata di kalungnya ada tanda salib.

Setelah melalui percakapan panjang, jarak Cianjur – Jakarta pun seperti dekat. Disanalah pertemuan dan perpisahan yang mengesankan bagiku.

Novi Andriyani Situmorang. Kalau gak salah itu namanya. Ia seorang Kristen. Umurnya saat itu (tahun 2011 sudah 24). Sebuah perasaan kaget ketika mendengar apa yang ia katakana bahwa ia adalah seorang katolik. Namun yang mengesankan adalah pengakuannya yang menyatakan bahwa Quran itu sebuah mukjizat yang memang benar-benar ciptaan tuhan, bukan buatan manusia.

Di salah satu percakapan, ia sangat menyayangkan dengan perilaku wanita muslim yang ada di Indonesia khususnya. Ia tahu bahwa dalam Islam telah diatur etika dalam bergaul yakni berhijab. Novi ini menceritakan dengan sangat asik dan santai mengenai wanita dan hijabnya.

Saking terkesimanya, saya langsung keceplosan dan bertanya, kenapa Novi ga coba aja pake kerudung? Dan ternyata Novi bukan ga mau, ia hanya masih takut akan ayahnya yang menjadi pendeta saat itu. Tapi ia pernah sekali-kali mencoba kerudung temannya dan menggunakannya walau hanya di kosan saja. Dan ia sangat menikmatinya.

Intinya, kalo orang kafir aja enjoy ama kerudung, lah kalian wanita muslim kenapa malah ga dipake? Kenapa kerudung hanya pas buat sholat aja??

Banyak dari wanita muslimah yang belum mau (atau tidak mau?!) menutup aurat dan beralasan: “Allah belum memberiku hidayah. Do’akan aku agar segera mendapat hidayah.” Ya ampun, statemen macam apa ini? Mereka telah TERPEROSOK ke dalam kesalahan yang NYATA.

Scroll, Sunyi, & DoaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang