Hujan kala itu...
Datang secara bergemuruh.
Menderu.
Seakan-akan sedang berburu.
.
Aku sedang berada di perempatan.
Di dalam mobil, dengan diiringi sebuah lagu.
Lagu tentang kita, yang penuh akan kenangan.
Kenangan yang berarti untukku, tapi entah bagimu.
.
Masihkah kamu ingat, akan itu?
Pengamen kecil, yang selalu bernyanyi, di tempat yang sama.
Yang membuatmu berkata, aku akan membantunya.
Sambil diiringi senyum kecil, yang selalu membuatku luluh.
.
Pelukan, dan tawa kecilmu pun, waktu itu, begitu indah.
Seakan menegaskan, bahwa pusat duniaku itu kamu.
Masalah dan dilema pun, terasa musnah.
Hilang, seperti kamu adalah pahlawanku.
.
Tapi, itu hanyalah sesaat.
Semua berjalan begitu cepat.
Lalu, kamu memutuskan untuk pergi, meninggalkanku dalam 'sekejapan' mata.
Sedangkan aku, masih duduk di tempat yang sama, perempatan penuh dengan cerita kita.
KAMU SEDANG MEMBACA
Catatan Jam 2 Pagi
PoetrySekumpulan kata yang terbentuk ketika malam sudah terlalu larut, dan hanya segelas minuman yang menemani
