one

59 9 16
                                    

Alverina avila Amanda, yang biasa dipanggil 'Avila' menunggu seseorang untuk menjemputnya di bandara. Menunggu adalah hal yang sangat tidak disukai oleh Avila, namun apa boleh buat jika keadaan yang memaksanya untuk menunggu.

"Non.. Den Vino sudah nunggu non Avila di rumah, katanya dia sudah gak sabar pengen ketemu sama non Avila". Seorang laki-laki paruh baya yang tiba-tiba datang menjemput Avila dan membuyarkan lamunannya.

"eh,, iya mang.. itu barang-barang saya tolong bawain ya, kopernya biar saya aja yang bawa". Avila membalasnya dengan nada halus.

Karena terlalu terburu-buru, ia bertabrakan dengan seorang cowok yang tidak ia kenal. Sekejap Avila menatap cowok tersebut.

'lumayan ganteng sih'

Karena rasa sakit yang dirasakannya, Avila langsung ngamuk didepan cowok itu.

Sang cowok yang merasa dia tidak salah, ia pun balas memarahinya. Dan terjadilah pertengkaran di lobi bandara. Setelah adu mulut, mereka berdua langsung pergi tanpa peduli pada koper yang mereka bawa. Saking terburu-burunya Avila tidak menyadari kalau ia salah mengambil koper, karena warna koper mereka yang sama.

***

" kak Vinoo.....!!!"

Teriak gadis itu ketia ia sampai di rumah.

" gue kangen banget sama lo kak". Ucap Avila sambil memeluk kakaknya.

Ya, Avila adalah cewek yang suka menyendiri, pobhia sama kegelapan, hobi baca novel dan makan coklat.

"eehhh,, adek kakak yang paling cantik udah pulang, gue juga kangen banget sama lo dek." Balas Vino sembari memeluk Avila.

Avila adalah adik satu-satunya dan kesayangannya Vino. Karena mereka berdua tidak terlalu dekat dengan orangtuanya. Avila dan Vino memilih tinggal sendiri daripada harus satu rumah dengan orangtuanya.

" gimana perjalanannya?" Tanya Vino kepada Avila

"yaahhhhh,, lumayan lah kak, capek bangett". Jawab Avila sembari duduk di sofa ruang tengah.

Avila berjalan menuju dapur untuk mengambil minum. Disela mengambil minum, Avila bicara ke Vino.

"kak gue mau cerita"

Avila kembali duduk di sofa dengan memegang segelas minuman.

"cerita apa?" jawab Vino santai.

" tadi tuh ya kak, pas gue mau pergi dari bandara, gue gak sengaja tabrakan sama cowok yang nyebelinnya tingkat dewa."

"tapii dia yaa,,, lumayan ganteng sih." Lanjut Avila sambil tersenyum samar.

Vino hanya tertawa mendengar cerita Avila.

"hmmm,, jangan gitu, nanti lo naksir lagi sama dia". Ucap Vino sambil terkekeh.

"ihh,, lo apaan sih kak, ogah banget gue naksir sama cowok kayak dia, amit-amit ya tuhann..." jawab Avila sambil bergidik-gidik.

Vino tertawa terpingkal-pingkal sampai-sampai memegangi perutnya yang sakit.

" tadi tuh ya kak, waktu gue tabrakan sama dia, gue langsung ngamuk didepan dia". Cerocos Avila yang memasang wajah sebal.

"kenapa?" Tanya Vino

" siapa sih orang yang tiba-tiba ditabrak gak ngamuk. Udah gitu tangan gue sakit lagi, yaaa... gue marahin aja dia didepan orang banyak". Celetos Avila sambil tertawa.

Avila diam sejenak dan meneguk minumannya hingga habis, lalu melanjutkan ceritanya.

"ehh, dia malah balik marah-marah ke gue. Dia kayak ngerasa gak bersalah gitu."

ConfianzaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang