10. Plotting

790 33 0
                                        

Oleh: arczre

1. MENYUSUN PLOT sebuah novel sungguh pekerjaan yang panjang dan berliku-liku dan sering nyaris bikin putus asa.

Kenapa begitu?

Karena waktu menyusun plot, kita harus memikirkan segala macam hal sekaligus. Yang satu karakter, yang satu lagi konflik, belum lagi storytelling, dsb dsb. Nah, itu sebabnya, supaya proses menyusun plot ini tidak membuat kita gentar, mari kita bagi-bagi prosesnya menjadi 9 langkah.

2. KUNCI MENYUSUN PLOT

kendalikan dirimu
kenali ceritamu
kuasai karaktermu
pasang antena logikamu

Kunci melakukannya: jangan terburu-buru, kendalikan dirimu (termasuk di dalamnya ambisi, ego, dan semangat berbaper ria), kenali ceritamu dan kuasai karaktermu dengan baik, dan gunakan logika sepenuhnya.

3. PROSES MENYUSUN PLOT

Supaya mudah, saya akan membagi dulu seluruh proses Menyusun Plot Novel ini dalam 3 bagian besar. Kenapa tiga? Karena saya mengacu pada struktur plot. Ada bagian Awal, Tengah, dan Akhir.

1. Menyusun Plot Bagian Awal (di sinilah pemicu konflik utama novel muncul dan protagonis mengambil keputusan untuk bertindak)

2. Menyusun Plot Bagian Tengah (di bagian inilah seluruh konflik muncul hingga titik krisis/klimaks)

3. Menyusun Plot Bagian Akhir (di bagian ini kita menceritakan konsekuensi yang muncul dari tindakan/keputusan protagonis)

Setelah itu, baru kita bagi-bagi lagi menjadi langkah-langkah yang lebih kecil. Mari kita mulai dengan Bagian Awal, apa sih fungsi Bagian Awal Novel ini sebetulnya?

4. BAGIAN AWAL NOVEL: GAMBARAN BESAR

Tugas utama bagian awal sebuah cerita adalah MENGGAET PEMBACA. Ada dua cara melakukannya:

1. Memperkenalkan karakter yang menarik. (Caranya: buat pembaca peduli pada karaktermu. Begitu pembaca tergaet pada karaktermu, dia bakal terus penasaran dengan kelanjutan ceritamu)

2. Menjanjikan cerita yang seru dengan membuat pembaca penasaran. (Caranya: munculkan suatu kejadian, yang memaksa karakter mengambil tindakan. Kejadian itu harus membuat karakter SANGAT menginginkan sesuatu. Dan keinginan itu harus BESAR dan PENTING, sehingga karakter akan mengerahkan segenap tenaga dan tidak menunda-nunda untuk mencapainya. Nah, keinginan itulah yang akan menjadi motor cerita.)

Jadi, kalau boleh dirumuskan, menyusun plot bagian awal ini tujuannya adalah: memperkenalkan karakter yang menarik, yang mempunyai sebuah keinginan yang ingin dicapainya.

5. TIP&TRIK:

1. Jaga bagian awal ini agar tetap simpel, terutama halaman-halaman pertama. Sebaiknya tidak memperkenalkan terlalu banyak nama (idealnya satu atau dua saja). Sebaiknya tidak memberikan terlalu banyak penjelasan yang belum diperlukan.

2. Berikan penjelasan seperlunya (sedikit petunjuk) agar pembaca bisa meraba sedikit duduk perkaranya. Gunakan instingmu untuk tahu sejauh apa "seperlunya" itu bagi naskahmu, karena setiap cerita itu beda-beda ya.

3. Bangkitkan pertanyaan-pertanyaan dalam benak pembaca, tapi jawab perlahan-lahan dan sedikit demi sedikit, ibarat mengupas bawang. Ada banyak waktu nantinya untuk menjelaskan siapa sebenarnya si karakter, atau bagaimana hubungannya dengan karakter yang lain, dsb.

4. Jangan memulai cerita dengan adegan yang tidak ada hubungannya dengan plot utama. Misalnya plot utama adalah tentang perselingkuhan, maka mulailah dengan adegan yang menggambarkan interaksi pasangan tersebut. Jangan buka ceritamu dengan adegan si laki-laki menyelamatkan anak sahabatnya dalam perjalanan mendaki gunung.

Serba-serbi KepenulisanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang