03. Karena Dia

15 2 0
                                    

"Ratih"

Sosok perempuan tengah menggandeng malaikat kecil di sampingnya itu menoleh pada sumber suara yang memanggilnya, ya wanita itu seorang single parent dengan satu anak cantik nan imut sebut saja Nela,yang kata keluarga besar Ratih gadis kecil dengan wajah 100% mirip dengan sang ayah.

"Hai, jeng Rina" sapa Ratih pada orang yang telah memanggilnya

"nganter Nela sendiri an terus Rat, papa nya kemana? "

Ratih tersenyum memandang Nela kemudian berkata "Papa nya Nela sibuk jeng, duluan ya jeng" pamit Ratih untuk mengakhiri pertanyaan yang menurut Ratih sangat menyayat hatinya.

^o^

Ratih bekerja sebagai pegawai biasa di sebuah perusahaan kertas, jadilah dia harus banting tulang untuk menghidupi anaknya, sebenarnya dia tinggal bersama orang tuanya lagi setelah perceraiannya dua tahun yang lalu.

"Rat" panggil dino salah satu partner kerjanya

"iya paan no? "

"ada undangan dari si bos nih buat lu" dino menaruh undangan yang diamatkan si bos untuk diberikan Ratih

"undangan apaan nih? "

"kagak tau gua, gua ramal lu siap siap hati aja buat ketemu bapaknya Nela" kata Dino dengan smirk devil nya

Ratih membaca undangan tersebut yang intinya dinner bersama perusahaan milik Adam alias mantan suami Ratih alusnya papa nya Nela.

Fikiran Ratih berkelana pada dua tahun lalu saat Adam mengatakan kata cerai pada Ratih.

Dimana saat itu dan saat ini pun hati dan rasa cinta Ratih pada Adam tetap sama,walau saat ini Adam telah menjadi duda yang kedua kalinya karena wanita yang membuat rumah tangga mereka hancur telah meninggal tiga bulan setelah menikah dengan Adam.

^o^

Saat ini Ratih menatap dirinya sendiri di depan kaca dalam kamarnya, Ratih menggunakan mini dress selutut dengan sepasang hills lima centi terpasang cantik di kaki jenjang Ratih, Rambutnya di cepol sederhana agar terlihat natural sekaligus formal, disambar tas di atas kasur kemudian Ratih keluar kamar dan menemukan mama dan anaknya bercengkrama di ruang keluarga, di hampirinya dan mencium Nela dengan sayang

"Ma Ratih pamit, ada dinner di perusahaan" pamit Ratih pada sang mama

"iya, jangan malam malam pulangnya hati hati di jalan" titah sang mama pada Ratih

"ibu, besok Nela pengen main sama papa boleh ya"rajuk Nela pada Ratih tangan mungil Nela menarik narik dress yang dikenakan Ratih

Ratih menoleh pada Nela dan menoel pipi gembul Nela "iya Nela sayang, besok ibu anter kamu ke tempat papa"

"asyik, makasih ibu"senyum Nela sambil memeluk pinggang Ratih

"sama sama sayang, udah ibu pergi dulu, salim dulu sama ibu" langsung Nela salim dengan Ratih, lanjut Ratih salim dengan sang mama.

^o^

Disini Ratih berada di tempat yang sama dengan Adam, saat ini ia harus profesional ini pekerjaan bukan urusan pribadi semua sama sama partner kerja tidak ada embel embel mantan suami atau apalah.

Ratih duduk di tempat yang tersedia dengan bertuliskan nama perusahaan dimana Ratih bekerja.

Saat ini Adam memberikan sambutan di depan mimbar seketika Ratih tersihir dengan wibawa Adam, mata Ratih hanya tertuju pada sosok di depan tengah memberikan sambutan dalam hati Ratih berkata 'sedekat ataupun sejauh apapun jarak antara aku dan kamu namun di dalam hati ini kamulah pemilik sepenuhnya'

BertemuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang