Tokyo, Jepang, 2017
"Kon'nichiwa.." (*selamat siang)
"Annyeong, oppa" (*hai)
"Nara, bisakah kau berhenti berbicara bahasa Korea? Kita ini sedang di Jepang, tolong hormati mereka"
"Aaahh oppa selalu begitu. Kan aku sudah bilang, aku tidak suka Jepang, jadi jangan salahkan aku jika aku begini. Aku hanya ingin pulang ke Korea"
"Aish, ayolah, kau sudah terbiasa di sini sejak bayi, masih saja tidak suka?"
"Tidak"
"Yakk!! Terserah kau saja KIM NARA"
"KIM SEOK JIN OPPA!! Biarkan aku pulang ke Korea. Aku bosan selama dua puluh tiga tahun harus terus mengunjungi tempat ini!"
"Lalu? Ini demi kebaikanmu juga" nada bicara Seokjin sedikit lembut.
"Kalau begitu, bicaralah padaku bahasa Korea, maka aku akan berhenti merengek pulang. Anggap saja itu cara mengobati rinduku" Nara meniup poninya.
"Terserah kau saja. Sudah beres? Ayo pulang" Seokjin lantas membawa beberapa barang dan diikuti oleh Nara menuju tempat parkir mobil dan segera pulang.
_______________________________________
Daegu, Korea, 2017"Eomma, neo gwaenchana?" (*ibu, kau baik baik saja)
"Nae gwaenchana, Tae" (*aku baik baik saja)
"Kau terlihat pucat eomma, aku takut kau akan semakin parah"
"Emm, Tae, bolehkah ibu minta satu hal padamu?"
"Mwo?" (*apa)
"Maukah kau pindah ke Jepang bersama ibu?" permintaan itu disertai mimik wajah yang terlihat sangat berharap.
"Kau pasti ingin mencari gadis itu, benar?"
"Taehyung, kau tidak tau bagaimana rasanya jauh dari seorang anak. Apalagi ibu belum pernah melihatnya. Ibu hanya takut tidak punya cukup waktu untuk--"
"Hentikan! Jangan seperti itu di depanku. Kau harus yakin sembuh. Kau juga harus yakin, selama dua puluh tiga tahun di sana orangtuaku pasti sudah melakukan yang terbaik untuk putrimu. Jangan membuatku semakin takut, ibu"
"Ibu mohon Tae, ikutlah dengan ibu ke Jepang untuk menemukan orangtuamu"
"Aku tidak punya banyak uang, ibu. Lalu di sana kita akan makan apa?"
"Ibu sudah menabung selama puluhan tahun, dan kupikir itu lebih dari cukup"
"Baiklah jika kau memaksa, hanya saja aku bingung bagaimana menemukan mereka sedangkan kita tidak tau wajah dan nama mereka" Taehyung memijat dahinya.
"Batin antara ibu dengan anaknya sangat kuat Tae, percayalah kita akan menemukan mereka. Sekarang, kau mulai lah berbenah, ibu akan meminta teman ibu untuk membelikan tiket pesawat"
"Arasseo, eomma" (*tentu, ibu).
**********
Seorang wanita berumur empat puluh tahun terlihat berjalan menuju sebuah rumah kumuh di perdesaan sambil membawa dua tiket. Walaupun kondisinya sedang tidak baik, namun terlihat raut wajah gembira yang ia tunjukkan.
Langkah kaki membawanya masuk ke rumah itu dan mendapati seorang pemuda tertidur lelap. Cha Ji Eun mengelus rambut putranya sambil membisikkan sejumlah kalimat.

KAMU SEDANG MEMBACA
SAYONARA [I Need You] kth
FanfictionJika sulit untuk mengatakan selamat tinggal, maka cukup dengan tersenyum dan memelukku untuk yang terakhir agar kau siap untuk kehilangan dan melepaskan.