MISSING YOU (Nomin)

5.2K 234 14
                                        

italic= flashback




"Penyesalah dan Kehilangan Keputusasaan, akan tumbuh perlahan didalam hati seseorang. Penyesalan akan perlakuan yang nantinya kehilangan seseorang , seseorang yang sangat berarti  dan nantinya akan membuat keputusasaan dalam diri kita"

 Penyesalan akan perlakuan yang nantinya kehilangan seseorang , seseorang yang sangat berarti  dan nantinya akan membuat keputusasaan dalam diri kita"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Perkenalkan namaku Lee Jeno. Aku tumbuh di keluarga yang bisa di bilang berkecukupan. Aku tinggal dengan Appa, Eomma dan dongsaeng. Aku memiliki ibu dan adik tiri. Umurku dengan dia hanya berpaut beberapa bulan tapi dia selalu memanggilku dengan embel-embel hyung. Sebenarnya aku tidak begitu menyukai panggilan itu, namun entah kenapa semakin lama aku semakin menyukai panggilan itu. Aku merasa jika aku memiliki tanggungjawab baru untuk melindunginya. Ohh iya nama adikku Na/Lee Jaemin.

Pagi itu, 7 bulan yang lalu. Tepatnya 13 Agustus. Hari kelahiran Jaemin. Hari dimana Jaemin berusia 20th (umur korea).

*

"Hyung...aku tidak butuh perayaan. Kita makan malam saja dengan appa dan eomma" kata Jaemin

"Yakkk,, wae?"

"Aku tidak suka, aku lebih suka merayakannya dengan sederhana. Dengan appa eomma dan hyung" ucap Jaemin dengan segala keimutannya

Tidak bisa di rahasiakan lagi jika aku menyimpan rasa dengan adik tiriku itu. Siapa juga yang tidak akan jatuh cinta dengan sosok Jaemin yang manis, lucu dan ceria. Bahkan kadang aku harus mati-matian menahan rasa cintaku untuk Jaemin karena tidak ingin mengecewakan kedua orang tua kami

"Bukannya akan lebih menyenangkan jika kau merayakan dengan teman-temanmu"

"Aniya"

"Jaeminie,,tidak bisakah kau mulai bisa bergaul dengan teman-temanmu. Sebentar lagi kau masuk Kuliah, apa jadinya kalau kau seperti ini. Menutup diri dan...." kata-kataku terpotong karena tiba-tiba Jaemin memelukku.

"Untuk apa aku membuka diri dan berteman jika nanti aku harus meninggalkan mereka"

Mendengar ucapan Jaemin aku reflek melepas pelukannya dan meninggakan dia sendirian. Entah kenapa aku merasakan sesak yang sangat menyakitkan karna ucapan Jaemin tadi.

"Hyung,, Jeno hyung. Mianhae!" ucap Jaemin sembari mengikutiku, tanpa peduli dengannya aku masuk kamar dan mengunci diri.

 Mianhae!" ucap Jaemin sembari mengikutiku, tanpa peduli dengannya aku masuk kamar dan mengunci diri

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
LOVE STORY (Oneshoot)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang