PART 6

40 2 4
                                    

Sesampainya disana, aku melihat Ratu Azhar menunggu didepan gerbang villa. Farell sepertinya ingin menyerang Ratu Azhar karena ia belum mengenal Ratu Azhar, mungkin menurut dia itu orang asing. Aku mencoba menahannya dengan tangan kiriku di depan tubuhnya dan menggelengkan kepalaku, mengisyaratkan agar jangan menyerang Ratu Azhar. Lalu Farell mundur dua langkah ke belakang dan mendengus kesal karena aku menahannya. "Hai Angel, Jingga dan kalian semua!" Sambut Ratu Azhar ramah. "Selamat datang Ratu Azhar." Jawabku dan Jingga hampir bersamaan. "Terima kasih Angel dan Jingga. Aku kesini hanya memberi tahu bahwa Jingga, panglima Kerajaan Werewolf akan aku pindahkan menuju selatan Kerajaan Werewolf karena sedang terjadi perperangan dengan bangsa vampire di selatan kerajaan. Apakah kau bersedia Jingga?" Tanya Ratu Azhar serius dan sepertinya Farell masih terlihat kesal karena sikapku tadi. "Aku bersedia Ratu." Jawab Jingga PD, lalu melihat kearah Dina yang terlihat sedih. "Kalau begitu, kita harus berangkat sekarang". "Baiklah, tapi tunggu sebentar" Jingga menghampiri Dina yang sedih. "Hai sayang, kamu jangan sedih aku pasti akan kembali kesini. Menemuimu lagi ya?" Jingga memberi pengertian ke Dina. "Tapi kamu janjikan sayang?". "I promise". Lalu Jingga dan Dina berpelukan karena mungkin beberapa bulan atau tahun mereka tidak bertemu. Tangisan Dina pecah dipelukan Jingga. Akhirnya Jingga dan Ratu Azhar berubah menjadi serigala, lalu pergi meninggalkan kami semua.

Dina POV

Sambil memasuki villa, aku masih menangis tersedu sedu karena kepergian Jingga. Aku di villa ini sekamar dengan Angel dan Rina sedangkan Rio sekamar dengan Farell (karena gak mungkin cewe cowo sekamar :v).

Aku memasuki kamar dan merapihkan baju bajuku untuk menginap beberapa hari disini. "Dina, kamu jangan nangis lagi kami ada disini sama kamu." Rina dan Angel tiba tiba menghampiriku dan memberikan support. Aku hanya mengangguk pelan sambil tersenyum tipis karena masih ada yang peduli denganku.

Author POV

Keesokan harinya

Angel, Farell, Dina, Rina dan Rio pergi ke hutan hanya sekedar jalan jalan biasa. Sesampainya dihutan, "Eh woy, kita bagi dua kelompok aja. Jadi gua, Angel sama Dina. Rina sama Rio. Kalian setuju gak??"
"Oke, Kita berdua kan sayang?" Tanya rio kepada Rina. "Iya" Jawab rina singkat padat jelas(wkwkwkwwkk).

Angel POV

Aku berjalan berdampingan dengan Dina dan dibelakang terdapat Farell yang lagi lagi masih terlihat kesal. "Aduh.... aku capek banget, kalian kalau mau jalan aja, aku tunggu dibawah pohon itu." Kata Dina sambil menunjuk pohon besar yang rindang itu. "Oh, yaudah. Yuk Farell kita lanjut jalan lagi." Ajakku kepada Farell dan dia hanya mengangguk setuju.

Kami berjalan menjauhi pohon besar itu. Sekiranya sudah agak jauh aku memulai percakapan, "Hmm.... Farell aku minta maaf soal kejadian kemarin. Ya... aku ngerti kamu sekarang kayak gimana, tapi itu kan ratu kerajaanku. Aku harus patuh sama dia. Sekali lagi aku minta maaf ya?" Jelasku sambil menundukkan kepala. "Iya gak usah panik gitu sih... lagian aku cuma becanda gak usah anggep serius kocak." Jawab Farell mencairkan suasana yang hening.

'Wah... ada kelinci tuh, lomba nangkep kelinci sama dia, lumayan buat hiburan. Hehehe!' Ucapku dalam hati. "Kamu pasti mau ngajak aku nangkep kelinci itu. Aku kan vampire, bisa baca pikiran orang lain. Yah... si Angel lupa?". "Nggak kok, cuma gak inget aja :p. Oke kita mulai 1... 2.... 3....." Kataku memberi aba-aba.

Lomba pun dimulai, aku dan Farell saling berebutan kelinci itu. "Aku pasti yang dapet..." Ucapku percaya diri. "Yakin? Kita liat aja". Hanya berbeda berapa cm saja, Farell yang mendapatkan kelinci tersebut lalu memakannya. "Ya ya ya, selamat buat pangeran vampire yang lagi kelaperan?" Ejekku kepada Farell.

Kelinci tersebut habis dimakannya lalu Farell berbalik menatap wajahku dan memperlihatkan gigi taring dan mulutnya yang masih tedapat darah kelinci tersebut. "Iya ratu werewolf yang lagi kesel?". "Apa sih kamu gak jelas banget? Awasku bales ya." Akhirnya kami berdua lari lariaan bersama, kadang memanjat pohon dan juga menggelilingi pohon.

Dina POV

"Mereka berdua lama banget sih... pasti ngabucin(pacaran) dulu :' " Ucapku spontan karena sangat kesal. Akhirnya aku berjalan kaki memasuki hutan tersebut, ya.... siapa tau ada mereka berdua.

Ditengah perjalanan

"Tolong.... siapapun tolong aku..."

Hah? Siapa yang minta tolong tuh?

Dengan berani aku menuju sumber suara yang dimaksud, dan  ternyata.....

-BERSAMBUNG-

Ok guys..... makasih yang udah mau baca. Jangan lupa follow, kasih bintang dan share ya... ke temen temen kalian, biar mereka tau :v.

Sekalian aku ngadain Q&A, kalian tanya aja dikolom komentar dan aku jawab di part selanjutnya....

Ok tanya tanya aja, gak usah sungkan, gak usah malu, aku terbuka kok :v

Werewolf and Vampire in My LifeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang