Bagian Kedua

38 29 4
                                    

*Jam menunjukkan pukul 08 : 20*
Saat itu juga sepasang kekasih di jemur di depan tiang bendera, ehh maaf author lupa mereka belum pacaran wkwk,
* AUTO FLASHBACK *
.
.
" Ha? Anderson? Di nama lu ada Anderson? Apa lu anak dari seorang pengusaha terkenal itu? Yang memiliki perusahaan dimana-mana? " Ucap vino yang berhasil membuat selena menutup mulutnya akibat suaranya yang terlalu berisik di telinga selena.

" ihh kamu bisa ga jangan ngomong teriak-teriak gitu, kuping aku sakit dengernya " Ucap selena yang sedikit kesal dengan vino.

" sebenarnya biasa aja sih, gue cuman heran kok anak dari pengusaha terkenal ke sekolah tanpa supir atau pun kendaraan " ucap vino yang seketika datar dan jutek nya kembali lagi.
" ini orang kok aneh ya, sedikit-sedikit bisa ketawa, kadang langsung jutek gini, aneh.. " batin Selena.

" Yaudah sekarang lu keluar dari mobil gue, karena gue mau pulang. Ga berguna juga gue ada disini. Percuma " Ucap vino sambil menatap sinis ke jendela mobilnya tersebut.

" yaudah deh, ngomong-ngomong terimah kasih ya udah mau nyelamatin aku tadi di tengah jalan " sambil memberikan senyuman manisnya.

" ya.. " ucap vino datar.

Saat selena membuka knop pintu mobil vino, vino langsung memegang lingkaran tangan selena " Tunggu.. " ucapnya.
" ada apa lagi? " ucap selena sambil membalikkan badannya.

"hm.. Engga gue cuman mau kasih ini" ucap vino sambil menyodorkan sebuah kotak bekal makanan

" untuk ku?.. " ucap selena

" kalau udah tau ga perlu nanya, jelas-jelas gue kasih ini ke lu, aneh. " kata vino dengan sangat amat juteknya

" oke kalau begitu, terimah kasih " ucap selena sambil tersenyum

" ya.." balas vino

Saat vino hendak memutarkan mobilnya tiba-tiba ada yang memanggil namanya dengan sangat amat keras.
" VINOOO, SELENAAA, KEMARI KALIAN!!! " ucap seseorang yang jauh lebih tua dari mereka berdua.

" Siapa sih, perasaan dari tadi banyak banget yang buat gue emosi " ucap vino dari dalam mobil.
Saat vino hendak keluar dari mobilnya ia terkaget-kaget. Iya gimana ga kaget ternyata yang barusan meneriaki namanya itu adalah salah satu guru yang mengajar di sekolah barunya itu.

" Astaga apalagi yang bakal terjadi " ucap vino sambil diem mematung

" Kenapa kalian telat? " ucap guru itu sambil mengeluarkan nada kejamnya
Selena hanya bisa menenggak Saliva nya akibat bentakan dari guru tersebut. " maaf bu.. Tadi saya ke.. " ucapannya terpotong.

" Tidak ada alasan kalian masuk dan hormat bendera, belum jadi pelajar tetap saja kalian sudah begini gimana kalian sudah menjadi murid disini " Ucap Bu Fira, iya kata nya sih dia adalah guru killer disini apalagi dia ga segan-segan keluarin anak muridnya yang gak bisa matuhin perintahnya.

* FLASHBACK OFF *
" ahh cape banget ya tuhan " ucap selena sambil sedikit-sedikit mengelap keringatnya itu.
Dengan sikap gentle lagi, vino memberikan sapu tangannya kepada perempuan disampingnya itu

" ga perlu, gpp hanya keringat aja kok. Nanti yang ada sapu tangan kamu basah " ucap penolakan selena akibat kebaikan vino yang memberikan sapu tangannya.

" ambil aja " ucapnya datar kepada selena

" tapi ka... " Terpotong lagi

" ngerti bahasa ga sih? " ucapnya yang berhasil membuat keheningan diantara mereka.

" perasaan dari tadi pagi ucapan ku selalu di potong-potong ih " batin selena dan menunjukkan ekspresi geramnya.

" yaudah teri-.. " lagi-lagi terpotong

I Love YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang