Aku hidup pada hidup
yang tak pernah bisa
melupakanmu.
Pada sebagian aku,
kau adalah kumpulan puisi
pada setiap kata yang kutulis.
Disana kau berada, di hatimu aku tiada.
Pada setiap kata ada rinduku
yang memilih membisu.
Aku lupa bagaimana caranya bicara,
hanya air mata yang mampu menjelaskan
bahwa diam bukan berarti aku tak merindukan.
Seringkali aku pergi
meninggalkan beberapa bait puisi
yang tak pernah kuselesaikan.
Dan aku pulang
pada ingatan-ingatan
yang masih bisa kupeluk.
KAMU SEDANG MEMBACA
Setelah Tidak Denganmu
PoesíaSekali lagi ingin kusampaikan, tanpamu, aku baik-baik saja. Awal perpisahan aku sempat tak menerimanya. Hari ini aku bersyukur tak ada lagi kamu di hidupku. Memang benar, kehilangan itu akan menuntun untuk bertemu seseorang yang lebih baik. ...
