#1 - Pertemuan Sesaat

2 1 0
                                    

Kira.., begitulah nama panggilan murid SMP Sky Hall kelas 3-A bernama  Sara Kiragi. Memang banyak orang yang memanggil dia dengan nama Sara namun dia lebih suka dipanggil Kira. Memiliki paras cantik dengan dengan rambut coklat panjang yang tergerai serta tinggi tubuh 154 cm dan karakternya yang ceria dan agak ceroboh membuat dia merupakan murid yang mudah bergaul. Dia termasuk murid cerdas dan mudah bergaul sehingga tak jarang para murid lelaki menggodanya.

SMP Sky Hall terletak di salah satu kota yang terkenal di Indonesia yaitu Kota Bandung. Sekolah ini memiliki segala fasilitas yang hanya ditujukan untuk menunjang karya dari kreatifitas para murid. Mulai dari ekstrakurikuler yang beragam, asrama, hingga warna seragam yang berbeda-beda sesuai dengan keinginan para murid. Sehingga dari itulah sekolah ini cepat dikenal oleh masyarakat.

Seperti biasanya di hari-hari sekolah, penuh dengan tugas-tugas ini dan itu. Dan kali ini Kira tampak sangat berbeda dari biasanya. Dia nampak sangat kesal serta berantakan akibat susah payah menenangkan kelas karena pada pelajaran kimia, guru biologi, Ibu Ari tidak datang karena sakit sampai-sampai dia hampir melempar meja. Lalu tiba-tiba seseorang dari belakang menepuk punggung Kira.

" Hey, kenapa ada batu yang cemberut di sini?" Ucap gadis itu seraya menepuk punggung Kira.

" Uhmm.. kau tahu kan seperti biasanya, Mina." Ucap Kira sambil merengut.

Mina Fujisaki, teman sekelas yang merupakan sahabat Kira sejak kecil. Memiliki tinggi badan 161 cm, berambut hitam panjang berkuncir dua, serta memiliki karakter yang ceria dan penyabar serta memakai seragam ungu membuat dia terlihat sangat cantik dan charming. Dia memiliki kelebihan dalam bidang seni, tarik suara, menari dan tata rias. Maka dari itulah dia ditempatkan dalam kepengurusan OSIS sebagai seksi acara dan event besar.

" Ayo, ikut aku ke UKS. Akan kurapihkan penampilanmu, soalnya aku ingin melihat senyummu yang menghangatkan itu." Ucap Mina sambil tersenyum tulus.

" Baiklah, aku akan ikut. Karena meskipun aku menolak, kau akan tetap menyeretku ke sana, iya kan?." Ucap Kira menaikkan sebelah alisnnya.

" Ayo cepat." Balas Mina sambil menarik Kira keluar kelas.

Dari ruang kelas yang berada agak jauh dari UKS, mereka harus menuruni tangga menuju lantai dasar, melewati perpustakaan, ruang tata usaha, dan kantor guru, barulah mereka sampai ke ruang UKS. Namun ketika mereka melewati ruang tata usaha, mereka berdua melihat seorang gadis yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Gadis itu memiliki tinggi tubuh kira-kira sepantaran dengan Mina, berambut pirang pucat panjang dengan poni rata, Iris matanya yang berwarna merah, memakai seragam hitam dengan rok merah bermotif berlian, dan memeluk sebuah buku berwarna ungu dengan tepian keras berwarna emas. Gadis itu menunjukkan karakter elegan dan cool yang sangat kuat.

" Uhmm.. Siapa ya gadis itu? Apa kau tahu, Mina?" Tanya Kira

" Mungkin murid pindahan. Nah, ayo cepat kita harus ke UKS membetulkan penampilanmu yang kusam itu sebelum jam istirahat berakhir." Ucap Mina sembari menarik Kira menuju ruang UKS.

"Apaa??!! Hei, lepaskan aku!!" Ronta Kira berusaha melepaskan diri dari pegangan tangan Mina.

Setelah Mina membuat perubahan ini dan itu pada diri Kira, akhirnya Kira berubah 180° dari sebelumnya. Ketika membuka matanya, Kira sangat terkejut karena tidak percaya apa yang dilihatnya di cermin itu adalah dirinya.

" Hahh??!! Apa ini benar-benar aku, Mina? Wah, seperti sihir!" Ucap Kira tak percaya saat dia membuka matanya.

" Bukan sihir. Aku hanya merapihkan rambutmu dan memberi sedikit polesan make-up." Ucap Mina setelah merapihkan kotak peralatan make-up miliknya.

" Tapi tetap saja, ini luar biasa. Kau memang berbakat sekali dalam hal make-up." Ucap Kira.

" Ah, biasa saja. Yuk, sekarang kita kembali ke kelas. Seusai istirahat, kita kan ada pelajaran Pak Heltzeger." Ucap Mina sambil membuka pintu ruang UKS.

" Ah, aku baru ingat!! Ayo cepat Mina! Kita harus memakai pakaian olahraga kita. Kalau terlambat kita bisa habis dilumatnya." Ucap Kira panik dan pergi mendahului Mina ke ruang ganti putri.

" Ya ampun, ternyata tetap tidak berubah ya." Ucap Mina ketika melihat reaksi Kira.

Setelah berganti pakaian, semua murid kelas 3-A berkumpul di lintasan lari yang agak jauh dari kelas mereka. Saat berkumpul, terkadang ada beberapa murid yang masih asyik mengobrol dan tak kadang pula ada yang melakukan pemanasan kecil. Tapi situasi itu tak lama, dan berubah ketika Pak Heltzeger datang. Ketika Pak Heltzeger datang, dia langsung memberi ujian berupa tes lari. Dan semua murid pun terkaget karena ujian yang tiba-tiba.

" Apaaa!!!" Teriak panik dari semua murid.

" Bapak akan menilai urutan lari kalian. Lintasannya mengitari sekolah, mulai dari lintasan lari ini, lalu aula sekolah, kemudian ruang latihan, selanjutnya lapangan baseball, setelah itu taman sekolah dan terakhir kembali ke lintasan lari ini. Bapak akan berikan waktu dua puluh menit untuk pemanasan. Apa ada pertanyaan?" Ucap Pak Heltzeger dengan tegas.

" Bagaimana dengan pengawasan lintasannya?" Ucap seorang murid laki-laki yang berada di bagian belakang.

" Bapak telah menempatkan pengawas di berbagai titik untuk mengawasi lintasan lari. Baiklah, kalau tidak ada pertanyaan lagi, pemanasan dimulai sekarang!" Ucap Pak Heltzeger.

" Baik!" Ucap serentak dari para murid.

Setelah 20 menit berlalu...

" Apa kalian sudah siap? Bersiap.. Mulai!!" Ucap Pak Heltzeger memulai penilaian ujian itu.



Stay Tuned ya! To the next episode!!

We'll shine together!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang