Aku lelah dengan tingkahnya yang seringkali seperti ini. Bukan berarti aku membencinya. Tentu saja tidak akan pernah dan tidak akan sanggup membencinya. Justru aku sangat sangat menyayanginya. Dan sampai saat ini, level perasaanku sudah sampai tahap aku menggilainya. Yang berarti juga aku sangat mencintainya. Peduli pada lelaki manis yang sudah lima tahun ini mengisi hidupku, hatiku.
Saat ini aku sedang berusaha menelponnya berkali-kali. Namun nihil, sejak kurang lebih satu jam yang lalu, ia tak kunjung menerima panggilanku. Aku menunggu di apartment miliknya. Lebih tepatnya didalam kamarnya. Tinggal di sebuah apartment yang tidak terlalu mewah, juga tidak terlalu biasa, namun juga tidak bisa dibilang apartment murah. Hanya saja, kekasihku itu tidak terlalu menyukai segala hal yang berlebihan. Tetapi pengecualian untuk perasaanku yang sangat berlebihan padanya. Tentu saja ia menerima hal itu dengan senang hati.
"Hallo.." ah, akhirnya panggilanku tersambung dengannya."Hyungwonie, kau kemana saja eoh ? Aku sudah di apartment mu" rengekku padanya. Ayolah, aku merindukannya saat ini.
"Aku belum selesai dengan pekerjaanku. Kau tau kalau ini weekend kan ?" jawabnya santai. Memang diseberang telpon sana terdengar ramai sekali.
"Jam berapa kau selesai ?" tanyaku padanya.
"Aku tidak tau" jawabnya.
"Aku kesana sekarang" ucapku. Sungguh aku mengkhawatirkannya.
"Tidak perlu. Aku akan pulang bersama Mingyu" jawabnya. Seketika moodku berubah mendengar nama partner kerjanya itu. Aku iri kepadanya. Mingyu. Ia bisa dekat dengan Hyungwonku selama berjam-jam.
"Kenapa begitu ? Kau berani melarangku ?" aku kesal saat ini. Aku sudah lelah setelah pulang dari kantor dan langsung pergi kesini untuk menemui kekasihku. Nyatanya, bahkan ia tidak mengabariku seharian ini.
"Aku tau kau lelah" damn. Inilah salah satu alasan aku tidak akan sanggup membencinya. Ia selalu paham bagaimana diriku, keadaanku.
"Istirahatlah. Tapi sebelum itu, makanlah dulu. Masih ada bungkusan ramyeon dilaci dapur" lanjutnya. Oh, aku dibuat semakin mencintainya. Dia begitu mengerti keadaanku bahkan tanpa melihatku secara langsung. Kau sudah pantas sekali menyandang marga 'Shin', Hyungwon.
"Cepatlah pulang" aku yakin bahwa sekarang ia sedang menahan senyum manisnya dengan rengekanku lagi.
"Tentu saja" jawabnya dengan lembut.
"Baiklah, hati-hati ketika pulang" pesanku.
"Ya"
Setelah memutuskan sambungan telepon, aku beranjak dari ranjang nyaman ini. Menuruti perintahnya. Karena jujur saja, apapun yang diperintahnya untukku asal itu tidak berlebihan, pasti selalu kuturuti. Menuju dapur untuk memasak dua bungkus ramyeon dan kumakan sendiri. Dan tidak usah hiraukan aku, saat ini aku benar-benar lapar. Setelah makan, aku memutuskan untuk mandi sebentar, setelahnya merebahkan diri diranjang king size miliknya. Memejamkan mata sambil menunggu Hyungwonku. Dan akhirnya aku tertidur...
Belum sampai tiga puluh menit aku memejamkan mata, aku merasakan tangan melingkari perutku. Seperti memelukku dari samping. Ku genggam tangan mulusnya. Hyungwonku sudah pulang.
"Kau belum tidur, hm ?" kudengar ia bertanya sambil menidurkan kepalanya didada kananku. Dengan segera kubuka mataku untuk melihat wajah lelaki manisku ini. Mengubah posisi dengan memeluknya seperti guling. Kuciumi kepalanya. Ah, lelahku langsung menguap begitu saja.
"Tidurlah, hyung. Kau terlihat sangat lelah" ucapnya sambil mengusap kedua pipiku. Dengan gemas aku mencuri ciuman dibibirnya. Hanya sebuah kecupan, tidak lebih. Karena aku memang benar-benar lelah saat ini. Dan aku yakin, ia pun juga sama.

KAMU SEDANG MEMBACA
HyungWonho's FF Collections
FanfictionHanya kumpulan kalimat yang menjelaskan kegabutan saya. Tapi sangat saya cintai tokoh-tokohnya. Berbagai genre dan bahasa telah tercampur menjadi satu dalam cerita-cerita ini. Fiction pertama dalam akun ini. Follow, vote, and comment juseyo ? Baca a...