two🔥

2K 68 0
                                    

"Gue sama dia gabakal bisa jadi kita"
~Nadine Geraldio

"Kriiiiiiingggg"
Bel kemenangan berbunyi di SMAN 12Jakarta dimana semua siswa pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka yang sedari tadi teriak²

"Ra?"

"Hm?"

"Ga ke kantin, ikut?"

"Gue mau ke perpus bentar, lo nemenin ga?"

"Iyadeh gue temenin, sekalian minjem buku"

"Nah gitu dong"

Mereka berdua pun akhirnya sampai di perpus setelah melewati kooridor sekolah yang berisi teriakan para cabe cabean

"Eh, ka Varo, tumben kesini"

"Iya gue nyari Nadine ga ketemu di mana mana jadi gue kesini"

"Cieeee..... Nyariin"

"Paan sih lo bogem nih"

"Hehehe ampun, noh dia dipojok"

Tanpa basa basi lagi Varo langsung nyamperin Nadine dan bertanya

"Din, lo marah?"

Nadine tidak menjawab, kesunyian melanda mereka berdua di pojok perpustakaan

"Din, kalo lo marah sama gue, gue minta maaf", ucapnya dingin

"Din dengerin gue!!!"

"Hm"

"Lo knp sih din?"

Nadine berlalu dari pojok perpustakaan tanpa memperdulikan kakak kelasnya itu dan menuju meja peminjaman untuk mendata beberapa buku yang ia pinjam

Mereka bertiga pun keluar hampir bersamaan, karena si Nadine udah langsung ke ke kelas dan Rara memilih untuk ke kantin sendiri untuk membeli makan sedangkan Varo ia berlari ke taman belakang sekolah, disitulah tempat ia ketika sedang terpuruk

'Gue kenapa ya tiba tiba minta maaf sama tuh cewek kan jelas jelas kalo kita itu bener bener musuhan'

'Apa gue suka sama dia?'

'Arrgghh apaan sih ko jadi aneh aneh'

Gadis itu telah membuat nya lagi lagi harus membohongi perasaan nya

Cowo itu pun terlelap dalam pikirannya, melamun

***

"Kriiiingggg"

Bel pulang terdengar nyaring yang membuyarkan para siswa sekaligus lamunan Nadine yang sedari tadi melamun saat pelajaran matematika, dia memang sangat benci pelajaran mate dan sangat menyukai sejarah

"Din"

Nadine hanya mendongakkan kepalanya sebentar lalu kembali fokus pada layar iphone nya

My Senior Bad BoyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang