Jangan lupa vote dan comment nya sayangkuh💋
Happy reading😘
WARNING : Typo bertebaran💀
----------
Setelah kejadian di kantin, dimana seorang pria yang menatap Alexis dengan tatapan yang sulit diartikan, lalu pria tersebut seperti mengucapkan suatu kata yang kurang jelas. Alexis tidak terlalu memikirkan nya, mungkin ia yang salah liat dan terlalu percaya diri, bisa saja orang itu bukan melihat ke arah nya, melainkan ke orang lain.
Jadwal pelajaran di kelas Alexis hari ini ada jam olahraga, sebenarnya ia malas, karena jam olahraga itu ada di jam paling akhir, sudah panas harus lari lari an pula, kan capek.
Tapi ya mau bagaimana lagi, mau bolos tapi ia sedang malas untuk berurusan dengan guru olahraga yang 'katanya' gay, itu sih ia dengar dari murid murid lain, yang bilang bahwa guru tersebut selalu pilih kasih terhadap murid perempuan dan murid laki laki. Tapi ia tidak peduli.
Teettt
"Hahh" Alexis menghela nafas, kenapa lama sekali sih bel pulang sekolah itu. Padahal ia sudah sangat merindukan kasur empuk nya itu di rumah, hah membayangkan nya saja sudah membuat nya lebih malas lagi mengikuti kegiatan olahraga itu.
Yasudah lah lebih baik ia segera mengganti baju nya, daripada ia telat lalu di hukum oleh guru olahraga tersebut. Hari ini ia akan menjadi anak baik baik dulu saja lah yang menurut apa kata guru, Walaupun mungkin hanya sebentar. Karena tadi pagi saja, dia sudah membuat guru naik darah.
Ketika dia sudah selesai mengganti baju nya, dia langsung saja menuju lapangan.Hah lihatlah ketika dia datang tidak telat justru guru tersebut lah yang telat. Memang tidak adil ketika murid datang terlambat akan di hukum, kenapa jika guru datang terlambat tidak di hukum juga ?
"Alexis"
Merasa ada yang memanggil namanya, alexis pun menoleh kan kepalanya ke belakang.
"Ya?" jawab Alexis dengan satu alis terangkat ke atas.
"Ini ada surat buat loh" ujar gadis yang tidak diketahui nama nya tersebut, sambil memberikan kertas berwarna biru tersebut kepada Alexis.
"Dari siapa ?"
"Baca aja surat nya sendiri"
"Eh tunggu---" gadis tersebut sudah pergi terlebih dahulu, sebelum menjawab pertanyaan dari Alexis.
'Dari siapa lagi, gk jelas banget sih!' ucap Alexis dalam hati.
Lalu Alexis pun membuka surat dengan kertas berwarna biru itu.
Pulang sekolah tunggu di parkiran.
~D
"Hah, apaan sih ni orang kagak jelas banget, ngapain juga gue di suruh ke parkiran, siapa lagi ini, pake singkat singkat nama segala!" ucap Alexis setelah melihat isi surat tersebut, yang menurut nya unfaedah itu.
Priitttt
Suara peluit yang menandakan bahwa guru olahraga nya sudah ada di sekolah. Alexis pun akhirnya menuju ke tengah lapangan, untuk mengikuti kegiatan olahraga di siang hari yang sangat panas ini.Alexia tidak menyadari, bahwa selama kegiatan olahraga nya berlangsung, ada seseorang yang mengamati nya dari jauh. Seseorang yang sama dengan orang yang tadi berada di kantin.
Kadang orang tersebut menggeram marah, ketika melihat gadis yang sebentar lagi akan menjadi milik nya itu, ditatap secara terang terangan, oleh orang yang memang sedang berada di luar kelas, karena mungkin sedang free class.

KAMU SEDANG MEMBACA
ALEXIS
Teen FictionJangan jadi pembaca gelap yaa Harap tinggal kan jejak⭐ ***** Ini hanya cerita biasa, tentang seorang gadis yang memiliki hati dingin, lalu tiba tiba datang seorang pria yang mengklaim bahwa gadis itu adalah milik nya. Masalah yang selalu menghampir...