~ Incoming Call ~
Mama Mertua (soon)
Hallo, Genta?
Eh. Iya, Ma. Ini Genta. Ada apa?
Bisa ke sini nggak? Ini Alea sakit. Kayaknya demam biasa. Sekalian, mama nitip byebye fever.
Siap, Ma. Lima menit samp--
tut..
Belum selese ngomong anjir. Untung mama mertua. - Genta
...
Genta malah tersenyum tipis. Mengingat ini hari ulang tahunnya. Dengan pedenya Genta menyimpulkan kalau tadi Alea ngajak Mamanya buat kerjasama, dan soal Alea demam, itu pasti bohong.
...
"Alea di kamar. Langsung liat aja."
"Iya, Ma," jawab Genta dengan senyuman lebar, yang tentu saja menciptakan kerutan di dahi mama Alea.
"Kok nak Genta senyum-senyum? Seneng liat Alea sakit?"
"Eh?!" Genta mendelik. "Ng-nggak kok, Ma."
"Yaudah, cepet ke kamarnya. Oh iya, ini air kompresan, kompresin dikit-dikit tangan sama lehernya."
Bagus bat akting mamanya Alea, btw. - Genta senyum aja dalam hati.
Dengan hati-hati Genta mengambil alih baskom kecil di tangan Mama mertua, eh maksudnya masih mama Alea, setelahnya langkahnya agak di percepat menuju kamar Alea.
Dan...
Sedikit banyak, Genta terkejut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hallo Alea!
Nouvelles[Please, read Hallo Genta first, before you read this story] Genta tahu, tak seharusnya ia masih membiarkan sikap dinginnya pada Alea Genta harusnya sadar bahwa sikap cueknya membuat Alea bisa saja menyerah, walau pada kenyataan yang paling ia sadar...
