Aku menangis tadi malam
Aku mainkan sebuah lagu
Dengan kencang
Tapi yang kudengar
Masih isak tangisku
Aku menangis tadi malam
Kupikir kamu berlari
Mengejarku
Menahanku
Memohon agar aku tetap tinggal
Disisimu
Aku menangis tadi malam
Aku pulang dengan hati yang hancur
Mengetahui bahwa aku cukup bodoh
Untuk memberikanmu
Kesempatan
Aku menangis tadi malam
Aku menuntut pada takdir
Apa yang telah aku lakukan
Sampai aku pantas diperlakukan
Seperti ini?
Aku menangis tadi malam
Kini aku telah terbiasa
Tenggelam dalam air mataku sendiri
Terbiasa menelan rasa sakitku
Aku menangis tadi malam
Bukan aku yang meninggalkanmu
Tapi kamu
Aku menangis semalaman,
Sampai tangisku
Menjadi lagu kesukaanku
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA TANPA SUARA
PuisiTulisan ini berisi bait bait manis, ungkapan cinta yang hanya bisa dititipkan lewat bisik berupa huruf. Untuk dia, yang tak pernah peka; dari yang tak berani bertatap muka.
