CreepyPasta : Slenderman vs Jeff the Killer

174 6 2
                                        

Pukul empat pagi. Seorang yang dulunya remaja muda, sekarang telah berubah menjadi psikopat berdarah dingin. Jeff si pembunuh baru saja menyelesaikan apa yang dia sebut "Kegiatan harian".

Kegiatan itu adalah pembantaian orang-orang yang tidak bersalah, ini adalah yang memenuhi pikiran Jeff. Dia menyeret kakinya ke atas semen basah ketika dia hendak memasuki apa yang dia sebut sebagai rumah selama bertahun-tahun. Jeff melangkahkan kaki ke dalam dunia kenangan tragis, tangannya menggenggam dua botol wiski. 

Jeff telah menjadi seorang pemabuk sekaligus mesin pembunuh. Otaknya dipenuhi dengan aroma pembunuhan. Pikiran psikotiknya telah memenuhi otaknya sejak insiden itu terjadi. Selagi air hujan membasahi rumahnya, Jeff mulai kembali mengingat malam di mana dia membantai seluruh anggota keluarganya. Dia pun tertawa kecil. 

Jika bukan karena kegilaannya, dia mungkin akan menyesali perbuatan itu. Penyesalan karena merenggut nyawa orang-orang yang dia sayangi. Tapi dia sudah tidak mungkin punya rasa belas kasih saat ini. Jeff sudah tidak memikirkan apa pun lagi, karena yang dipikirkan olehnya hanya satu. Kematian.

Sudah pukul lima lewat enam pagi. Dia meneguk alkoholnya.

"Sial, kenapa aku hanya duduk di sini..." gerutu Jeff.

Dia pun berdiri lalu pergi menuju kegelapan, dia mengulet, dan menenggak wiski lagi. Alkohol melumuri bibir berdarahnya yang hangat, dan dia merasakan sensasi yang aneh. Tiba-tiba sesuatu melintas di benaknya. 

Dia berdiri di ruangan itu, menatap keluar ke arah hutan di luar sana. Jeff memeriksa kantungnya yang berisikan- rokok, korek api gas, dan tentu saja sebilah pisau miliknya. Jeff tahu bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Perasaan yang dia rasakan adalah perpaduan antara dorongan untuk membunuh lagi, dan sesuatu yang jauh berbeda dari apa yang pernah dia rasakan sebelumnya.

Dengan cepat dia keluar dari rumahnya, menuju dinginnya udara dan gelapnya langit. Jeff sekarang berada di jalan yang gelap, hanya lampu di jalan yang menjadi sumber penerangannya. Hujan masih lebat, dan membasahi punggung Jeff. Dia mulai berjalan secara langsung menuju hutan. Dia sedikit merasa pusing, karena konsumsi alkoholnya yang sangat tinggi.

Pembunuh itu pun semakin dekat dengan hutan yang terpencil. Sebelum dia memasuki hutan, dengan cepat dia menoleh ke kiri. Jeff tidak jauh dari area pemakaman. Dia berjalan ke sana sambil gemetaran. Sebuah pemikiran melintas di benaknya, hampir seperti angin yang berhembus di sore hari. Makam keluarganya hanya berjarak beberapa kaki, seolah mengisyaratkan pada dirinya.

Dia menjauhi hutan, dan bergerak menuju pemakaman. Dengan perlahan Jeff berjalan, dia beberapa kali tersandung ketika jaraknya semakin dekat. Dia pun sampai di sana. Jeff menyebarkan bau busuk kematian di pemakaman itu, jaketnya telah terlumuri darah para korbannya. 

Jeff hanya terpaku menatap batu nisan yang basah. Penglihatannya terlalu kabur untuk membaca tulisan yang terukir di batu nisan itu, hal ini menyebabkannya, hanya berdiri dan menatap dalam keheningan. Sesuatu di dalam diri Jeff mulai terasa tidak nyaman, dan tenggorokannya mulai terasa kering. Perasaan yang sama dari beberapa menit sebelumnya.

Jeff dengan terhuyung-huyung kembali menuju hutan. Dia berjalan menuju hutan sambil gemetaran, matanya menatap ke arah sebuah pohon yang berjarak beberapa kaki jauhnya dari yang lain. Terlihat selembar kertas kecil berwarna abu-abu yang tertancap di pohon itu. Matanya memburam, dia tidak bisa membaca tulisan di kertas itu. Dia pun mengabaikannya, dan berjalan lebih jauh menuju kegelapan dengan perlahan. Rasanya dia mengingat tempat ini, seolah hutan adalah rumah sebenarnya.

Dia mencengkeram kedua botol wiskinya sambil mengamati hutan dalam keadaan mabuk. Kegelapan hutan membuat Jeff kagum, karena mengingatkannya dengan lorong yang gelap, salah satu tempat di mana si pembunuh bisa dengan mudahnya menggorok leher para korbannya tanpa terlihat. Dia melanjutkan perjalanannya, dan semakin kagum. Kegelapan yang hampa mengelilinginya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 05, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Creepy RiddlesCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang