Creepypasta : Jeff the Killer 2

240 5 1
                                        

"jeff.. sekaranglah saatnya" dia berkata sambil menyibakan tirai jendela kamar."ada apa dengan hari ini?" Tanya jeff"sekarang adalah hari ultah billy" jeff benar benar terbangun saat ini

"ibu, kamu tidak serius kan? Ibu tidak berharap aku akan pergi ke pesta anak kecil setelah...." Ada jeda yang lama"jeff kita berdua tahu apa yang telah terjadi. Ibu rasa pesta ini dapat membuatmu riang kembali.

Sekarang ganti bajumu" ibu jeff berjalan keluar dari kamar menuju kelantai bawah untuk bersiap siap. Jeff berusaha bangun. Dia memakai sebuah kaos dan jeans kemudian turun. Dia melihat ibu dan ayahnya telah berdandan.

Dia berpikir kenapa mereka harus memakai baju mahal hanya untuk datang ke sebuah pesta anak anak?"nak... kamu akan memakai itu?" Tanya ibunya"lebih baik daripada harus ribet" jawabnya. Ibunya ingin sekali memarahinya, namun dia menahannya.

"jeff, mungkin kami terlalu berlebihan, tapi inilah caranya agar orang orang menghormati kita" kata ayahnya. Jeff menggerutu dan kembali ke kamarnya"aku tidak punya baju bagus!" jeff berteriak ke orang tuanya"pakailah sesuatu yang lain" ujar bunya. Dia mencari cari di lemarinya, mencari sesuatu yang Nampak bagus dan mahal.

Akhirnya dia menemukan pakaian yang ia anggap cocok..Namun orang tuanya masih Nampak belum puas dengan pilihannya "kau akan memakai itu? ibunya melirik jamnya. "tidak ada waktu lagi untuk ganti baju, ayo berangkat" merakpun berangkat.

Mereka menyeberang jalan menuju rumah Barbara dan billy. Mereka mengetuk pintu dan munculah Barbara, sama seperti orang tuanya, dia tampil berlebihan. Jeff menyadari bahwa tidak ada anak anak, hanya orang orang dewasa."anak anak ada di halaman belakang jeff... pergilah dan berkumpullah dengan mereka" kata Barbara.

"jeff berjalan keluar menuju halaman yang penuh dengan anak anak. Mereka berlarian memakai baju baju koboy, dan saling tembak menggunakan pistol mainan. Tiba tiba ada seorang anak menghampirinya dan memberinya pistol mainan dan topi."hey... mau main baleng?" katanya"oh tidak nak, aku terlalu tua untuk itu" anak it uterus melihat jeff dengan wajah aneh.

"cekali caja.. pwease.." pinta si anak. "baiklah" kata jeff. Dia memakai topi dan mulai berlagak seperti menembaki si anak. Awalnya dia merasa konyol, namun kelamaan dia menikmatinya juga. Mungkin hal tersebut adalah pertama kalinya yang dapat mengalihkan perhatiannya dari liu. Namun tidak lama berselang dia mendengar sesuatu yang dia kenal sebelumnya. Dan suara itu kemudian menabraknya.

Randy, troy dan keith melompat turun dari skateboard mereka. Jeff menjatuhkan pistol mainannya dan membuang topinya. Randy menatapnya penuh dengan rasa benci."hallo jeff" kata randy. "kita punya sesuatu yang belum selesai" jeff melihat hidung randy yang memar. "aku rasa semuanya setimpal, aku menghajar kalian, namun kalian membuat saudaraku dikirim ke JDC"

Randy menunjukan raut muka marah di matanya. "aku tidak mencari seseatu yang seimbang, aku ingin menang. Kemarin kau menghajar kami, tapi tidak saat ini". Randy menyerang jeff, mereka bergulingan di tanah.

 Randy memukul hidung jeff, dan jeff menarik kupingnya dan membanting kepala randy. Jeff mendorong randy. Anak anak mulai berteriak dan orang tua mereka mulai berdatangan. Troy dan keith mengambil senjata dari kantong mereka."jangan ada yang ikut campur!" ancam mereka. Randy mengambil pisaunya dan menusuk bahu jeff.

Jeff berteriak dan terjatuh. Randy kemudian menendanginya, namun kemudian jeff menarik kaki randy. Jeff berdiri dan berusaha pergi melalui pintu belakang, namun troy menangkapnya."butuh bantuan?" dia kemudian melemparkan jeff ke pintu. Ketika jeff mencoba berdiri, randy datang dan menendanginya hingga jeff muntah darah.

"ayo jeff!!! Lawan aku!!" dia mengangkat jeff dan melemparnya ke dapur. Randy mengambilsebuah botol dan menghantamkannya ke kepala jeff."lawan aku!" randy kemudian melemparnya ke ruang tamu.

Creepy RiddlesCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang