"cepat lah kalian berdua jalannya!" terdapat 4 namja dengan tubuh yang tegap berjalan menyusuri gelapnya stasiun kereta bawah tanah yang sudah lama tidak terpakai.
"t...tapi boss apakah petunjuk ini b...benar" tanya salah satu pemuda yang berada di depan. "tentu saja benar, kalian tidak percaya hah." kata yang di panggil boss kesal. "sudah jangan banyak omong cepat serius mencari, hei jack kau juga awasi belakang!"
Mereka berjalan sambil menelusuri lorong gelap. Saat mereka sedang asyik mencari terdengar suarang benda jatuh dari belakang. 'Duagh' 'Klontang' Semua atensi pun melihat kebelakang dengan takut. "bunyi apa tadi itu jack" kata sang boss gemetar. "t...tidak tau boss."kata anak buah bernama jack takut. "bagaimana tidak tau hah?, kan kau tadi yang kusuruh mengawasi belakang." si boss jelas kesal.
Sreeet Kyaa Blamm Semua pun terkaget karena tiba tiba salah satu dari mereka menghilang. "kemana ali hah." kata boss takut yang lain pun terlihat gemetar. "tidak tau boss, tetapi tadi saya mendengar teriakannya." hanya tersisa satu anak buah didepan, karena sepertinya salah satu anak buah yang tadi memimpin jaln tiba tiba menghilang. "yak bagaimana kau tidak tau, tadi dia di depan bersama mu." tapi pertanyaan si boss hanya mendapat gelengan tidak tau dari si anak buah. "ya sudah kita lanjut pencariannya saja." mereka pun melanjutkan perjalanan.
Sekarang hanya tinggal mereka bertiga berjalan beriringan, tetapi tiba tiba. "kyaa boss tolong." Sreet Blamm Si boss melihat di belakang dan mendapati anak buahnya kembali menghilang. "y...yak kemana jack?" sekarang hanya sisa mereka berdua, mereka terlihat takut gemetaran. "boss sebaiknya kita hentikan saja pencariannya boss, perasaan saya tidak enak." kata satu satunya anak buah yang masih tersisa. "yakk enak saja tidak akan." boss tersebut masih kekuh dan keras kepala.
Mereka terus berjalan di lorong yang semakin lama semakin gelap itu, tetapi lagi lagi. "kyaa boss tolong ada yang menarik kaki saya." kata anak buah yang masih tersisa. "hah, yakk jongin pegang tangan saya." kata si boss panik, sang anak buah meraih tangan si boss dan si boss berusaha menariknya kuat kuat tetapi tenaga mereka sepertinya tidak bisa melepaskan tarikan pada kaki jongin bahkan hinggal si boss tersungkur ditanah. "boss tolong kumohon." Srett Blamm
Dan kemudian jongin menghilang dibalik kegelapan. Si boss bangun dari duduknya dia sekarang benar benar takut gemetar apalagi sekarang hanya tinggal dirinya sendiri. Dia celingak celinguk ke kiri dan belakang tetapi ia hanya melihat kegelapan di sekitarnya. "a...pa yang sebenarnya terjadi." kemudian ia mengambil senter yang tadi terjatuh ke tanah, ia memutuskan mencari tau apa yang tadi menarik jongin. Kemudia dia jalan perlahan lahan ke depan tetapi ia tidak menemukan apapun hanya sebuah lorong panjang yang gelap gulita. "tidak ada apa pun tapi bagaiman bisa tadi jongin seperti di tarik puluhan orang, dan seharusnya mereka belum jauh dari sini." si boss menggaruk kepalanya frustasi.
Dia terus berjalan menyusuri lorong yang semakin gelap gulita dengan pencahayaan yang minim. Tiba tiba senter yang ia gunakan mati. "yakk kenapa mati." si boss berusaha menyalakan kembali senter tersebut tapi tidak bisa hingga suara benda jatuh dengan dentuma lebih keras terdengar dan membuat atensi si boss beralih ke samping. Duagh "a...apa y...yang disana." ia tidak melihat apapun karena memang sudah tidak ada lagi penerangan. Whuss Kemudia ia merasakan disampingnya ada yang berlari begitu cepat, kemudian ia melihat kekiri dan tidak melihat apapu juga. "t...ttadi itu apa." si boss mulai panik. Kemudia ia melihat ke atas dan mendapatkan kapak besar jatuh menuju atas kepalanya tetapi seperti di jerat si boss tidak bisa bergerak, dan akhirnya.
Jlebb
"bagi kalian yang terlalu banyak tau akan rahasia dunia, jangan berharap kalian bisa hidup dengan tenang." ...
TBC ...
____________(○゚ε゚○)______________
Halo makasih untuk yang udah mampir ke ff ini semoga kalian suka, jangan lupa tinggalkan jejak y. - haraharu
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.