"Sudah siap?"
Nanda bertanya dari atas motornya, menghampiriku yang sedang bersiap mengeluarkan motor dari garasi.
"Siap dong ... ayo berangkat, Nda! Udah jam segini, nanti kita kesiangan kalau tidak segera berangkat..."
"Okay, Tia!"
Kemudian kita berangkat membawa motor masing-masing menuju toko buku.
***
Sesampainya disana, aku dan Nanda memilih beberapa buku.
Sementara Nanda sibuk mencari buku, kucoba berkeliling mencari makan didekat toko buku. Beruntungnya aku, aku menemukan makanan favoritku, yaitu Bakso.
"BAKSO!!! Menu favoritku!!!
Tunggu, sebaiknya aku segera memesan, sebelum Nanda selesai mencari buku".
Pesanan pun datang dan aku segera menghabiskannya.
Saat aku ingin kembali menuju toko, sesuatu yang tidak aku duga terjadi ...
Aku tidak sengaja menyenggol keras mangkok bakso milik seorang pria disebelahku hingga tumpah di pakaiannya.
"Aaaaaa .... uhmmmmm ... m-maaf mas! Saya tidak sengaja ... maaf, sebentar saya bersihkan noda di pakaian mas ..."
Aku gugup sekali.
"Oh, tidak usah mbak. Gak apa apa kok. Nanti sepulang dari sini saya cuci dirumah." pria itu membalas ucapanku.
"Maaf ya mas..."
"Iya, gakpapa. Oh ya , kalau boleh aku tau nama kamu siapa?''
"Saya Tia. Nama mas siapa?"
"Aku Andrea. Ah, by the way kamu terlihat buru-buru. Kamu mau kemana? Kalau boleh, gimana kalau aku mengantarkanmu ?"
"Tidak usah mas. Saya sudah ditunggu teman saya. Saya pamit dulu ya ..."
"Emm, baiklah. Hati-hati dijalan ya!"
Aku pun segera berlari meninggalkan Andrea yang masih berdiri memandangiku dengan senyuman.
"Ya ampun! Seorang cowok! A-aku menumpahkan bakso ke baju seorang cowok!
Kuharap dia tidak mengingat kejadian ini ... !"
Sebetulnya, aku merasakan sesuatu. Ya, sesuatu yang membuatku deg-degan banget.
"Cowok tadi ... seorang yang tampan! Ugh ... apakah aku suka dengan dia?
Ah tidak mungkin, dia baru saja kukenal, baru ketemu juga tadi. Mana mungkin aku bisa suka dengan dia!
Sudahlah! Aku harus segera menemui Nanda. Dia pasti sudah menungguku"
Aku hanya bisa menggumam dalam batin. Menebak-nebak tentang pria tadi, dan pertemuanku yang cukup konyol dengannya.
***
"Tia! Oh my god. Kamu ini dari mana saja. Kok baru nongol???"
"Maaf Nda, tadi aku habis cari makan. Kamu udah selesai beli buku?"
"Udah dari tadi keles. Ayo pulang, udah jam segini. Mau pulang sore sore?"
Kami pun bergegas meninggalkan tempat itu.
***
Ah, Andrea.
Nama yang bagus untuk seorang pria yang tampan.
Tidak tau sampai saat ini kenapa jantungku terus berdebar.
Apakah ini namanya "Getaran Asmara " ??
Ya ampun,, kenapa ini!!!
Aku mulai merasa tidak karuan. Serasa menjadi orang paling bahagia sedunia.
***
Malam ini pun datang.
Aku tidak bisa tidur, memikirkan kejadian tadi siang.

KAMU SEDANG MEMBACA
The Fragility of love
RomancePertemuanku dengan seorang pria yang membuatku jatuh cinta ... Hingga akhirnya kisah cinta penuh drama di mulai,, Simak terus ceritannya ya ^_^