Kamu adalah angin
Yang meniup kincir kesedihanku
Membuatnya kembali memutar
Kejadian menyakitkan
Aku seperti karang
Yang terkadang terhempas
Sangat keras, saat ombak datang
Aku tak bisa menghindar
Atau pergi
Karena aku diciptakan begitu
Untuk menerima hempas ombak yang datang
Sakit sekali ini
Diluar nalarku rasanya
Terluka oleh orang paling berharga
Kupilih diam kalau begini
Hancur sampai tak terlihat
Tapi terasa sampai ke jiwa
Disakiti dia
Yang paling ku cinta
Maaf aku sudah berusaha
Terlalu keras sampai tak bisa
Terlihat oleh matamu
Dan terasa oleh hatimu
Bukan aku yang menutupnya
Tapi kamu yg buta
Dan selalu menyimpulkan
Bahwa aku tak peduli
Aku benci hatiku
Yang membenci kamu
kamu yang menghancurkanku
Dia, yang mencintai tanpa melukai
Dia yang juga kau lukai
Lebih dalam dari samudera
Dan lebih hancur tak terkira
Tapi sayang, kau tak juga berpikir
Bahwa kami juga punya hati
Yang selalu saja kau sakiti
Dengan tanpa manusiawi
Kamu melupakan kenyataannya
Maafkan aku yang kurang bisa
Memperlihatkan peduliku
Yang terlampau takut
Takut kecewa lagi dan disakiti
[24/6/18]
KAMU SEDANG MEMBACA
Tentang Kita
PuisiIni adalah sebuah tulisan tentang perasaan, kenangan dan suka duka selama enam tahun terakhir, sampai saat ini. Menurut saya ini adalah sebuah puisi, tetapi saya juga tidak yakin kalau ini adalah sebuah puisi. Entah anda menganggap tulisan ini sebag...
