Hari ini adalah hari Senin. Hari dimana murid-murid kembali sekolah setelah libur 2 hari. Hari yang melelahkan memang. Terlebih untuk Min Yoongi aka Suga, jadwal tidurnya jadi terganggu akibat upacara pagi. Ditambah lagi setelah upacara, belajar fisika dengan Pak Taecyeon. Sudah letih badan, letih otak pula.
Jadi, Suga berpura-pura sakit dan ijin untuk tidur di uks. Pak Taecyeon yang memang khawatiran orangnya mengijinkan Suga. Senyum Suga mengembang karena rencananya berhasil. Ia dengan santai berjalan ke uks sambil tersenyum bahagia.
"Gula!" Panggil seorang gadis membuat Suga berhenti melangkah. Ia lalu perlahan mencari sumber suara yang memanggilnya.
"Hoo.. inget gue lo? Gue kira lo segitu bencinya sama gue sampe lo ga pernah nganggap gue ada." Sok dramatis memang Suga ini.
"Iyain. Mau kemana lo? Mabal ya? Udah ijin ke pak Taecyeon belum? Kalo udah, diijinin gak? Atau lo main cabut aja?" Jennie menanyai Suga secara beruntun.
"Tumben lo banyak bacot gitu. Udah ga trauma lagi lo?" Tanya Suga terkesan sarkastik.
"Gue ga pernah trauma sama lo. Tapi gue benci sama lo. Lo juga tumben mabal. Udah ga pengen jadi ketua panutan lagi?" Jawab Jennie tak kalah sarkas.
"Mabal? Gue sakit, gue mau ke uks." Ucap Suga kemudian meninggalkan Jennie berdiri sambil menyilangkan tangan di depan dada.
"Ck.. alasan klasik, bilang aja gamau belajar fisika sekarang."
Langkah Suga terhenti. Perlahan ia membalikkan badan dan menatap manik mata Jennie dalam-dalam. Jennie membenci tatapan ini. Tatapan kepiluan yang selalu Suga tampilkan jika melihat Jennie.
'Plis.. Jangan liat gue kek gitu.'
"Maaf." Ucap Suga singkat lalu berbalik meninggalkan Jennie yang mematung.
--------
Jennie berjalan ke kelas dengan wajah kusut. Ia berjanji akan menyeret Suga ke dalam masalah dengan Pak Taecyeon. Kenapa? Dia benci permintaan maaf dari Suga. Dia benci ketika Suga menatapnya pilu. Itu kesalahan Suga. Semuanya salah Suga. Sampai kapan pun dia tak akan memaafkan Suga. Walaupun masalah mereka hanya sekecil biji zarah.
"Jennie Kim.. kenapa lama?" Sambut Pak Taecyeon.
"Tadi saya ketemu Yoongi, Pak."
"Terus? Kamu anterin ke uks?"
"Dia nyanyi-nyanyi sambil senyum-senyum ga jelas, Pak." Jennie menepati janjinya menyeret Suga ke dalam masalah.
"Loh kok? Katanya dia sakit. Kok bisa nyanyi-nyanyi?" Pak Taecyeon tampak kebingungan.
"Sakit pak? Tadi saya liat Yoongi-nya baik-baik aja. Ngibulin bapak dia mah." Jennie tersenyum jahat.
"Hmm.. nanti coba bapak konfirmasi dengan Yoongi. Jennie Kim silahkan duduk."
Jennie duduk di tempatnya dengan senyum kemenangan. Ia merasa bahagia dan membawa Suga ke dalam masalah merupakan kesenangan tersendiri baginya.
Jika ditanya sebenci itu kah Jennie pada Suga? Jawabannya adalah tidak. Ia membenci Suga hanya 40% dan 60% nya sangat membenci Suga. Baiklah, mari katakan kalau isi pikiran Jennie pada Suga adalah kebencian.
Kebencian Jennie pada Suga bermuara pada sebuah kejadian yang terjadi kepada Jennie. Sebenarnya itu tidak sepenuhnya salah Suga, memang bukan salah Suga sebenarnya. Itu hanya kesalah pahaman belaka yang membuat Jennie si keras kepala sangat membenci Suga, bahkan ia tak sudi mendengarkan penjelasan Suga atas peristiwa yang terjadi ketika mos tahun lalu itu.
"Woi Jen." Panggil June membuyarkan lamunan Jennie.
"Apa?"
"Lo kok hot banget sih."
YOU ARE READING
We Are Classmates
FanfictionCoba dateng ke Victory High School, trus tanyain dimana kelas 2A "Oh kelas isinya orang pinter semua itu ya? " "Holkay semua njirr, classy. Dedek yang cuma tatakan cangkir bisa apa" "Tampang oke, duit melimpah, otak ngedukung. SERBUK DETERJEN KEK G...
