Ulangan

216 17 7
                                        

"Psst.. Rene.. nomor 15 apa jawabnya?" Bisik seorang cowok.

"Gatau." Jawab si cewek.

"Pelit banget dah. Krys--"

"Kim Taehyung! Kertas ulangannya mau Ibu ambil?" Ucap Bu Sica, guru bahasa inggris.

"Hehehe... enggak Bu, maap." Taehyung tersenyum kikuk.

Tok!tok!tok!

"Masuk aja."

"Sica.. ada yang nyariin lo." Ujar seseorang yang tadi mengetuk pintu, Bu Taeyeon.

"Siapa emang?" Tanya Bu Sica penasaran.

"Gatau gue. Liat aja dah, di lobby."

"Oke." Balas Bu Sica singkat. "Anak-anak. Bu Taeyeon yang akan menggantikan ibu mengawasi kalian sementara. Karena Ibu ada tamu. Nanti Ibu balik lagi. Dahh." Bu Sica berjalan ke arah pintu.

'Kenapa malah preman paud sih yang ngawas.' Batin Mingyu.

"Siapa tadi yang ngomong gitu?!" Teriak Bu Taeyeon membuat seisi kelas ketakutan.

"Gada yang ngomong elah, Tae." Ujar Bu Sica memutar bola matanya malas.

"Emang enggak. Tapi gue yakin pasti ada yang ngebatin." Ujar Bu Taeyeon sambil menatap murid-murid tajam.

"Udah ah.. gue pergi dulu, Tae."

"Bu Sica.." panggil Suho.

"Apa Ho?" Langkah Bu Sica terhenti.

"Cepat balik ya, Bu." Ujarnya sambil tersenyum malu.

"Emang kalo Ibu yang ngawas kenapa? Takut ga bisa nyontek kamu?" Sindir Bu Taeyeon.

"Bukan gitu Bu.. tapi.."

"Tapi apa?!" Bentak Bu Taeyeon. Emang Bu Taeyeon yang paling galak di sekolah.

"Ibu mau saya traktir makan siang di kantin ga nanti?" Ujar Suho mengalihkan topik.

"Pulangnya ke mcd boleh boleh aja." Bu Taeyeon melunak. Bu Sica hanya bisa menggelengkan kepala lalu pergi.

"Iya Bu siap!" Jawab Suho senang karena berhasil mengalihkan topik.

"Ho.. kami enggak?" Tanya Jisoo menatap Suho dengan memasang wajah iba.

"Iya iya.. sekelas gue traktir. Sekalian ajak Bu Sicanya ya, Bu." Jawab Suho membuat seisi kelas bersorak kegirangan.

"Sstt.. jangan berisik. Nanti saya yang dimarahin Pak Yunho." Ujar Bu Taeyeon.

"Maap, Bu ...."

---------

"Yang udah selesai boleh dikumpulin kertas ulangannya." Ucap Bu Taeyeon.

Vernon yang maju duluan. Memang kalau urusan ke-bahasa inggris-an dia juaranya.

"Ho, gue ke kantin duluan. Traktirannya gue tunggu." Ujar Vernon sambil pergi ke luar kelas.

"Elah tu anak, katanya belum selesai, tapi dah ngumpul duluan. " Gumam Mingyu dengan geram.

"Min Yoongi!" Panggil Bu Taeyeon ke Suga yang sedang tidur membuatnya berdiri tiba-tiba.

"Apasih anjing!" Teriak Suga membuat seisi kelas terdiam dan tak mampu berkata-kata.

Suga yang baru mengumpulkan setengah dari kesadarannya melirik ke samping. Lalu ia membelalakkan matanya ketika ia melihat Sejeong menggumamkan kalimat 'mampus lu'.

Perlahan, Suga menjatuhkan pandangannya lurus ke depan menatap Bu Taeyeon yang wajahnya sudah memerah karena menahan amarah.

"Bu Taeyeon... Saya minta--"

"Setelah istirahat, temui saya di ruangan saya!" Bentak Bu Taeyeon membuat seisi kelas tak berminat untuk melakukan apa-apa karena takut. Karena, kalau Bu Taeyeon marah, murid menghapus coretan saja akan dianggap menganggu.

"Kim Taehyung jangan gigit pena!" Pekik Bu Taeyeon membuat Taehyung refleks melemparkan penanya ke kepala Lucas.

"Aww. Luke kesakitan. Tolonggg!" Teriak Lucas berlebihan.

"Kamu lebay banget! Lucas jangan berisik! Kumpulin kertas ulangan kamu segera! Yoongi! Kamu ga boleh duduk dulu sampe istirahat." Beginilah Bu Taeyeon, kalau dia marah, dia akan marah kepada siapa saja yang menurutnya bikin pusing kepala.

KRINGG!

"Belum kelar anying." Mingyu panik.

"Ah anjing, bangsat, cepet banget monyet. Ah babi." Rutuk June mengabsen nama-nama hewan.

"Untung Jennie di depan gue. Jadi bisa ngintip dikit." Gumam Taehyung senyum-senyum sendiri.

"Kumpulin cepat!" Bentak Bu Taeyeon.

Semua murid dengan tergesa-gesa mengumpulkan lalu keluar kelas dengan muka masam.

"Yoongi. Jangan lupa nanti ke ruangan saya sehabis istirahat." Ujar Bu Taeyeon memberikan tatapan mengintimidasi pada Suga.

"Si.. Siap, Bu."

-------

Suga berjalan ke kantin sendirian dengan langkah gontai. Ia pikir, ia harus menghilangkan kebiasaannya yang suka marah-marah ketika tidurnya terganggu.
"Poor gula." Ucap Taehyung sembari memberikan tatapan iba pada Suga.

"Gue denger dari anak kelas, emang iya lo anjing-in Bu Taeyeon?" Ujar Vernon menahan tawa.

"Bacot." Jawab Suga singkat.

"Udahlah. Ga, gue dah beliin lo nasgor." Ucap Suho menengahi.

Suga mengangguk lalu duduk di antara Suho dan Seungwoo yang asik main Mobile Legends.

Di sisi kantin yang lain, murid cewek kelas 2-A duduk bersama, jika itu sudah lazim bagi murid cowok, maka duduk dan makan bersama di kantin merupakan hal yang langka bagi murid cewek.

"Gaes.. Suga kasihan ya." Eunwoo membuka obrolan.

"Ngapain harus kasihan, siapa suruh nge-anjing-in Bu Taeyeon, mulutnya pantes diplester." Jawab Jennie memutar bola matanya malas.

"Segitu bencinya lo sama Suga, Jen? Yakin lo itu tuh beneran kebencian? Orang bilang benci bisa jadi suka loh." Ucap Sinb membuat yang lainnya mengangguk setuju.

Jennie tak tahu harus menjawab apa, dia mendenguskan nafasnya kesal dan memilih diam menatap ke arah lain. Namun, tatapannya tak sengaja bertemu dengan Suga. Ia melihat kepiluan tersirat di mata Suga. Tak sengaja ia memutar kenangan masa lalunya dengan seseorang. Ya, seseorang yang pernah mengisi hatinya. Namun sekarang, orang tersebut bukanlah seseorang yang pernah ia kenal. Singkatnya, orang tersebut telah berubah. Perubahan tersebut membuat hubungan mereka renggang. Perubahan tersebut juga berhasil membuat rasa yang pernah ada menjadi benci yang tak karuan.

'Min Yoongi, gue benci lo.'

We Are ClassmatesWhere stories live. Discover now