1 minggu kemudian, selasa
7:15 am
"park sun hee-ya!!"
sunny membalikkan badannya dan mengangkat 5 jarinya yang sudah di kepalkan di depan wajahnya sambil berkata, "lo mau gue gebok ya?"
kim jong in atau kai, satu-satunya orang yang selalu menggoda sunny dengan memanggil perempuan itu dengan nama lengkap mendadak tertawa lepas melihat tingkah laku perempuan di depannya itu.
"hahaha lo ngapain sih anjir muka lo tuh kontrol!" tanpa mengatakan apa-apa lagi, jongin berlalu mendahului sunny.
"bener-bener dah ni bocah! liat aja nanti ya," sunny berlari mengejar jongin, membuat jongin ikut berlari dengan kaki panjangnya.
"woy, lo berandalan kampung! cepetan sini, gue abisin lo!"
7:35 am
sunny meneguk sekaleng lemonade yang ada di tangannya. dengan napas terengah-engah karena olahraga pagi yang tidak direncakan bersama jongin, ia duduk di sebelah jongin sebelum memastikan keadaan masih sepi-artinya tidak ada anak-anak lain yang bisa melihat mereka berdua sedang bersama.
"ah, gue lupa mau nanya ini."
"hm?"
jongin sedikit mengubah posisi duduknya dengan kedua dengkulnya agak menyerong mendekati sunny, "di hari gue mindahin lukisan, ada laki-laki yang dateng ke restoran gak?"
sunny mengerutkan dahi dan berpikir. tiba-tiba matanya terbuka lebar. ia menepuk kedua telapak tangannya dan berhasil membuat kai terkejut.
"apaan anj?!"
"gue inget! laki-laki ganteng itu... hmm, apa kuponnya ilang ya?"
kini giliran dahi jongin yang berkerut bingung, "hah, maksud lo?"
"dia mabok terus gue-"
"sumpah mabok?! gimana ciri-cirinya? dia pendek gak? wajahnya kayak gimana?" jongin kelihatan terkejut dan membuat sunny bingung.
"... lo kenal?"
"ciri-cirinya dulu bodoh."
mulai menghayal, sunny dengan tampang konyolnya membayangkan bagaimana laki-laki itu tersenyum padanya.
"setiap dia ngomong sama gue, dia selalu senyum. bibirnya yang ciumable itu berubah jadi bentuk hati. gemes banget. tapi keliatannya dia kayak orang lagi frustasi sih..."
srugg. jongin berdiri dari duduknya. membuat jantung sunny seakan lompat dari tempatnya.
"terus dia kemana?"
"gue pesenin taksi lah. kasian udah loyo-loyo. kalo gue jahat, udah gue bawa pulang kali ke rumah. untungnya sih gue sempet nanya alamat dia waktu masih setengah sadar gitu. emang kenapa sih? lo kenal?"
"haishh," dan jongin langsung segera berlari pergi sambil menempelkan ponsel di telinganya.
"wooy! kim jong in--!" sunny berhenti berteriak dan memukul mulutnya sendiri, "aishh, lupa gue kalo lagi di sekolah."

KAMU SEDANG MEMBACA
Love at 12 || dks √
Fanfictiontanpa satupun yang tahu, mereka kesepian. kyungsoo hanya ingin melindungi dirinya dari segala omong kosong dunia setelah sebagian orang yang pernah singgah di dalam hidupnya, mereka yang ia percaya, pada akhirnya pergi tanpa peduli dengan menorehkan...